Jakarta – Pengamat Komoditas Wahyu Laksono menilai langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF) dan menerbitkan Panda Bond pada Juni 2026 menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah tekanan pasar global.
Menurut Wahyu, kebijakan tersebut dapat membantu meredam volatilitas nilai tukar yang sebelumnya sempat membawa Rupiah melemah hingga menyentuh kisaran 17.400 per dolar Amerika Serikat pada awal Mei 2026.
BACA JUGA:Iran Tolak Proposal Damai AS, Rupiah Malah Loyo
BACA JUGA:Rupiah Melemah Senin Pagi, Negosiasi AS-Iran Buntu Jadi Sentimen Pasar
BACA JUGA:Sambut Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Loyo ke Level Segini
Ia menjelaskan, pengaktifan kembali BSF berfungsi sebagai bantalan di pasar obligasi domestik, khususnya ketika terjadi aksi jual Surat Berharga Negara (SBN) oleh investor asing.
“BSF akan mengerem pelemahan Rupiah (stabilizer). Ketika terjadi capital outflow dan harga obligasi jatuh, pemerintah bisa melakukan buyback SBN sehingga kepanikan investor berkurang dan tekanan jual terhadap Rupiah dapat ditekan,” ujar Wahyu kepada www.wmhg.org, Senin (11/5/2026).
Wahyu menambahkan, efektivitas BSF sangat ditentukan oleh kekuatan dana yang disiapkan pemerintah melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan dukungan lembaga di bawah Kementerian Keuangan.
Jika dana yang dialokasikan cukup besar, maka BSF bisa menjadi benteng pertahanan yang efektif berdampingan dengan intervensi Bank Indonesia. Namun instrumen ini lebih bersifat defensif, bukan untuk menguatkan Rupiah secara agresif,” kata dia.
Di sisi lain, penerbitan Panda Bond dinilai memberi dampak lebih luas terhadap penguatan fundamental Rupiah karena pemerintah dapat memperoleh pembiayaan dalam mata uang Yuan dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
“Dengan mendapatkan pendanaan dalam Yuan, pemerintah tidak perlu terus-menerus mencari dolar AS di pasar global sehingga tekanan permintaan terhadap USD berkurang. Keberhasilan penerbitan Panda Bond juga akan memicu capital inflow dan memperkuat Rupiah,” ucap Wahyu.



/2024/05/31/2056349972.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1932273/original/053391600_1519472252-Properti-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4035208/original/006769000_1653635186-pinjol_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672155/original/069131700_1778470697-Superbank_menghadirkan_Kartu_Untung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672273/original/039713700_1778475023-sp-2810126.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4424749/original/064202100_1683862117-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)