Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan serangkaian langkah untuk memperkuat arus modal sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Upaya ini ditempuh melalui koordinasi erat dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut Perry, Bank Indonesia mendorong peningkatan aliran modal masuk (inflow) lewat instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Instrumen ini diharapkan bisa menutup tekanan aliran keluar (outflow) dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan saham.
BACA JUGA:Kadin Ungkap Ancaman yang Mengintai di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61%
BACA JUGA:Kurs Rupiah Ditutup Menguat di Tengah Tekanan Dolar AS
BACA JUGA:Rupiah Melemah, Risiko Keluarnya Modal Asing Mengintai Pasar Saham Indonesia
Di saat yang sama, BI juga aktif membeli SBN di pasar sekunder. Sepanjang tahun berjalan (year to date), nilainya sudah mencapai Rp123,1 triliun.
“Kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder year to date adalah Rp123,1 triliun. Kami akan melakukan koordinasi termasuk nanti Pak Menteri Keuangan bisa melakukan masalah buyback dan segala macam. Koordinasi sangat erat antara fiskal dan moneter,” ujar Perry dalam keterangan, Rabu (6/5/2026).
Selain itu, BI memastikan likuiditas perbankan tetap longgar agar sektor keuangan mampu menopang aktivitas ekonomi. Di sisi lain, otoritas juga memperketat pembelian valas di dalam negeri.
Batas pembelian USD oleh individu kini diturunkan dari USD100.000 menjadi USD50.000 per orang per bulan. Kebijakan ini diambil untuk meredam tekanan di pasar valas domestik dan telah dikoordinasikan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Langkah berikutnya adalah memperkuat intervensi di pasar offshore serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi, terutama yang memiliki kebutuhan valas besar.
Perry menegaskan, pengawasan dilakukan secara intensif dengan melibatkan OJK. Fokusnya, antara lain, pada bank dan korporasi yang memiliki frekuensi tinggi dalam pembelian USD.
“Kami kirim pengawas ke bank-bank yang aktivitas pembelian USD-nya tinggi, berkoordinasi dengan OJK untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga,” kata Perry.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3617291/original/050544800_1635503924-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)