Jakarta – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menuturkan, pihaknya akan meluncurkan satelit Nusantara Earth Observation (Neo-1) yang merupakan produksi BRIN pada awal 2027.
Hal itu disampaikan Arif Satria saat memberikan laporan dalam agenda pertemuan Presiden RI dengan 150 periset dari BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (6/8/2026).
BACA JUGA:BRIN Kembangkan Rumah Modular, Dibangun 14 Hari dan Siap Huni 30 Hari
BACA JUGA:BRIN Kembangkan Sepatu Sekolah Harga Rp 70 Ribuan
Pada pertemuan itu, Arif menyampaikan sejumlah inovasi BRIN di berbagai bidang. Salah satunya di bidang kedirgantaraan.
“BRIN membangun kemampuan mulai dari desain teknologi pesawat, pesawat nirawak, satelit penginderaan jauh hingga teknologi antariksa,” ujar Arif.
Ia menambahkan, pesawat N219 kini telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi. Tak hanya itu, BRIN juga akan meluncurkan satelit Neo-1 yang juga merupakan hasil produksi BRIN pada awal 2027.
“Ini penting untuk menghasilkan data citra satelit secara mandiri guna mendukung pertanian, kehutanan, kelautan dan mitigasi bencana serta pengawasan maritim,” kata Arif.
Ia mengatakan, pengembangan ini juga memberikan efisiensi biaya misi sekitar 71,9% dibandingkan acuan misi sejenis.
Di bidang transportasi, Arif menuturkan, pihaknya membangun kendaraan listrik, kapal, kereta api, hingga mesin transisi energi.
“Desain kapal BRIN telah digunakan untuk kapal bea cukai dan juga kapal pengawas kementerian kelautan dan perikanan,” tutur dia.
Arif menambahkan, BRIN juga mengembangkan engine flex-fuel yang dapat memakai bensin dan campuran etanol E20 hingag E40.
Mengutip Antara, Arif sebelumnya pernah menuturkan, satelit Neo-1 merupakan satelit observasi bumi buatan peneliti asal Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 65%.


/2016/11/25/51215106.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309342/original/002478700_1785225217-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Pangan_Zulkifli_Hasan-28_Juli_2026e.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315064/original/025010300_1785825907-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_09.49.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317153/original/066639800_1786004236-WhatsApp_Image_2026-08-06_at_14.42.05.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316602/original/067209500_1785976330-dims.apnews.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313343/original/089462800_1785635723-q1-glow.jpg)