Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup turun pada perdagangan Senin, (20/7/2026). Analis menilai, potensi the Federal Reserve (the Fed) menahan lebih lama suku bunga tinggi mempengaruhi rupiah.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 27 poin atau 0,15% menjadi 17.948 per dolar AS dari sebelumnya 17.921 per dolar AS.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia Stabil, Investor Menanti Kebijakan The Fed
BACA JUGA:Rilis Data Inflasi AS Membayangi Pasar Global Pekan Ini
BACA JUGA:Rupiah Sore Ini Menguat ke Level 17.986 per Dolar AS
Di sisi lain, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak melemah dari level Rp 17.944 per dolar AS menjadi Rp 17.976 per dolar AS.
Harga minyak yang lebih tinggi telah memperbarui kekhawatiran inflasi tetap di atas target Federal Reserve (the Fed) yang berpotensi memaksa pembuat kebijakan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendukung imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS,” kata dia dikutip dari Antara.
Kenaikan harga minyak disebabkan AS dengan Iran yang saling melancarkan serangkaian serangan selama akhir pekan. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran pada Minggu malam, 19 Juli 2026.
Serangan baru itu terjadi setelah serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania menewaskan sedikitnya dua tentara AS dan melukai banyak lainnya. Militer Amerika terlihat menyerang berbagai target yang lebih luas di Iran, sementara Iran juga meningkatkan serangannya terhadap berbagai aset AS di negara-negara Teluk.
Pertempuran masih tetap berfokus pada kendali Selat Hormuz, seiring pernyataan CENTCOM bahwa serangan AS bertujuan untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal di Hormuz.
“Pengiriman (suplai minyak) melalui Hormuz sebagian besar masih terganggu membuat pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan pasokan minyak lebih lanjut dan memperhitungkan premi risiko yang lebih besar pada komoditas tersebut,” ujar Ibrahim.



/2025/05/07/69721599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302234/original/004426800_1784537483-1000382589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971211/original/002589400_1729136232-IMG_5738.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2384193/original/016916200_1539657980-warren.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293243/original/070926800_1783680606-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_17.27.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293317/original/084763900_1783689465-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_20.16.45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295187/original/064854200_1783917688-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_11.22.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3520932/original/054634300_1627274266-FOTO_000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8522080/original/033966500_1782450355-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_12.03.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323534/original/076427800_1755774308-Gemini_Generated_Image_vu7jgqvu7jgqvu7j.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)