Jakarta – Nilai tukar rupiah makin lesu terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus 17.500 pada Selasa, (12/5/2026). Analis menilai, rupiah melemah terhadap dolar AS imbas harapan suku bunga tinggi the Federal Reserve (the Fed) yang lebih lama dan isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 115 poin atau 0,66% menjadi 17.529 dari penutupan sebelumnya di posisi 17.414 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Jebol 17.500 terhadap Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Pemicunya
BACA JUGA:Rupiah Loyo ke 17.500, Simak Nasib Mata Uang Tetangga Indonesia
BACA JUGA:Rupiah Tembus 17.500, Purbaya Bongkar Kondisi Beban Subsidi Pemerintah
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa ini juga bergerak melemah ke level 17.514 per dolar AS dari sebelumnya 17.415 per dolar AS.
Penguatan dolar AS masih didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi the Fed yang bertahan lebih lama, meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, serta kenaikan harga minyak dunia yang meningkatkan tekanan terhadap rupiah,” ujar Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Tiffani Safinia dikutip dari Antara.
Pelaku pasar memprediksi Fed Fund Rate (FFR) tak turun sepanjang 2025 di level 3,75 persen. Probabilitas CME FedWatch menunjukkan 350-375 basis points (bps) dominasi hingga akhir tahun.
Pelaku pasar juga masih menanti arah inflasi Amerika Serikat yang akan menentukan harapan kebijakan moneter the Fed ke depan.
Melihat sentimen domestik, pelemahan rupiah juga dibayani sentimen terkait aliran modal asing dan persepsi investor terhadap pasar keuangan Indonesia. Adapun isu MSCI yang sebelumnya mencermati aspek transparansi dan struktur pasar modal Indonesia, ia menuturkan, turut meningkatkan kehati-hatian investor global terhadap aset domestik.



/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5465119/original/098310200_1767759673-1000200039.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5686091/original/043743900_1778559896-1000315779.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/781851/original/087607700_1418807496-nickel.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542609/original/067408900_1774947977-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_14.15.23.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547859/original/095901800_1775473870-dpr7.jpg)