Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) disebabkan oleh kondisi fiskal pemerintah. Menurut dia, pergerakan kurs dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi sentimen dan rumor yang beredar di pasar.
Purbaya menilai pelemahan rupiah terjadi dalam waktu relatif singkat dan dipicu berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan pelaku pasar.
BACA JUGA:Emiten Produsen Emas Ini Pede Bisnis Tetap Cerah di Tengah Pelemahan Rupiah
BACA JUGA:Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
BACA JUGA:Hartadinata Waspadai Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS
“Karena ada isu macam-macam, ada rumor macam-macam di pasar,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Ia mencontohkan salah satu rumor yang beredar, yakni kabar bahwa dirinya meminta perbankan melakukan stress test dengan asumsi nilai tukar rupiah menembus level Rp 18.000 per dolar AS.
“Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress test kalau rupiahnya Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah mengeluarkan isu seperti itu,” kata Purbaya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/7698224/original/015861700_1780496754-10593.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6469027/original/003823200_1779330806-kebanjiran-barang-impor-ilegal-jokowi-akui-ada-permainan-bea-cukai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4435870/original/088377700_1684729184-serena-t-EeIVy0KPfcE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493247/original/043625100_1770199019-Menteri_Sekretaris_Negara_Prasetyo_Hadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898268/original/060485700_1780727716-images.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103056/original/068493900_1658923736-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3493167/original/008504900_1624612393-shutterstock_1654274959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)