Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memulai proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyk ether (DME). Ini disebut menjadi cara ampuh untuk mengurangi ketergantungan impor LPG.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan proyek gasifikasi batu bara jadi DME dimulai dalam rangkaian proyek hilirisasi nasional tahap II. Proyek batu bara jadi DME bakal mengurangi LPG.
BACA JUGA:Pemerintah Bentuk Satgas Pertumbuhan Ekonomi, Ini Fungsinya
BACA JUGA:Cegah Harga Naik, Pemerintah Tetapkan Bea Masuk LPG & Plastik Jadi 0%
BACA JUGA:Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Dipangkas jadi 0%, Berlaku hingga Kapan?
BACA JUGA:Pemerintah Kaji Pakai CNG Gantikan LPG
Pembangunan fasilitas pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether atau DME di Tanjung Enim, sebagai substitusi impor LPG yang dimana memang kita 80% masih mengimpor LPG, ungkap Rosan dalam Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, di Cilacap, Jawa Tengah, mengutip tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (29/4/2026).
Proyek mengubah batu bara jadi DME ini memjadi salah satu daei 5 proyek sektor mineral di tahap II. Selain itu, Danantara juga memulai penguatan sektor manufaktur stainless steel, nikel, dan manufaktur slab baja karbon serta bijih besi di Cilegon, Banten.
Pembangunan fasilitas produksi aspal buton juga dilakukan di Sulawesi Tenggara. Tujuannya untuk menguranhi ketergantungan impor aspal RI.
Dan juga produksi aspal buton di Sulawesi Tenggara dan juga untuk mengurangi ketergantungan impor aspal, serta hilirisasi tembaga dan emas di Gresik untuk mendukung kemanderian industri pertahanan nasional, beber dia.
Di sektor pertahanan ada 3, pertama di Sei Mangkei di Sumatera Utara adalah pembangunan pengelolaan minyak sawit menjadi produk olein food, dan juga biodiesel, dan juga kelapa, pembangunan kelapa, dan juga pala hilirisasi di Maluku Tengah dan Morowali, imbuh Rosan.



/2025/12/02/1778127410.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5551458/original/057175500_1775726927-IMG-20260409-WA0075.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5041840/original/074196800_1733742452-14.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552785/original/012827200_1775829006-Kereta_Cepat_Whoosh.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495652/original/062697000_1770385761-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_RI_Airlangga_Hartarto-_6_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5163573/original/060391100_1742020123-WhatsApp_Image_2025-03-15_at_11.26.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4595489/original/008615000_1696237539-20231002-Tampilan_Kereta_Cepat-AFP_4.jpg)