Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana untuk menambah alokasi anggaran pada sektor riset dan teknologi di Indonesia. Sumber dananya bakal diambil dari efisiensi penghematan anggaran hingga penindakan praktik korupsi.
Prabowo menegaskan bahwa pengembangan riset dan inovasi merupakan bentuk investasi jangka panjang. Ia mengakui alokasi yang diberikan saat ini masih terbilang minim dan perlu ditingkatkan secara bertahap.
BACA JUGA:BRIN Kembangkan Sepatu Sekolah Harga Rp 70 Ribuan
BACA JUGA:Prabowo Siap Renovasi Gedung Rusak dan Bangun Sekolah Unggulan
BACA JUGA:Prabowo Sebut Sains dan Teknologi Kunci Kemajuan Bangsa, Pendidikan Jadi Fondasi
Ini investasi jangka panjang. Kita harus mengoreksi diri sebagai bangsa, bahwa investasi kita di bidang research and development (R&D) masih sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini menjadi bahan koreksi kita bersama, dan ke depan kita akan berusaha memperbaikinya, kata Prabowo dalam pertemuan dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, dibutuhkan ruang anggaran baru untuk menambah investasi jangka panjang di bidang riset. Salah satu sumber potensial yang dapat dimanfaatkan berasal dari pos penghematan anggaran serta penindakan kebocoran negara.
Kepala Negara turut menyinggung potensi sumber dana yang didapat dari penindakan praktik korupsi, kecurangan (fraud), hingga manipulasi harga impor (under-invoicing).
Untuk itu tentunya kita perlu dana. Dari mana dana itu kita cari? Dari penghematan, menghentikan kebocoran, mengikis praktik-praktik koruptif, penipuan, fraud, under-invoicing, serta mismanagement, tegas Prabowo.


/2016/11/25/51215106.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4719442/original/032146800_1705548380-Ilustrasi_bandara__airport__penerbangan__pesawat_terbang.jpg)

:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157523/original/061523700_1781011760-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-9_Juni_2026a.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316602/original/067209500_1785976330-dims.apnews.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313343/original/089462800_1785635723-q1-glow.jpg)