Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menilai, pemimpin Indonesia selalu ditakuti dengan respons pasar dan rating agency atau lembaga pemeringkat. Meski demikian, ia mendorong untuk arah pembangunan berdasarkan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia.
Kita bangsa 280 juta, pemimpinnya selalu ditakuti.Supaya kita memimpin dengan ketakutan. Takut dengan pasar, takut dengan rating agency, takut dengan itu,” ujar Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, (20/7/2026).
BACA JUGA:Top 3: Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Hemat Rp 50 Triliun
BACA JUGA:Prabowo Minta Kajian Beri Bantuan Bahan Bangunan untuk Masyarakat
Prabowo mengatakan, Indonesia juga harus percaya kepada kekuatan sendiri. Ia menuturkan, pembangunan Indonesia didasarkan pada kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan arah pembangunan lembaga internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan.
Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri. Percaya kepada hal-hal yang asasi, basic, bukan menurut selera kita. Basic menurut pakar dunia, basic menurut PBB, SDG. PBB sudah meramalkan bahaya kelaparan, food, energy, water mereka canangkan SDG pertama adalah no poverty. Tidak ada kemiskinan,” kata dia.
Prabowo pun menyoroti mengenai upaya membantu masyarakat miskin lewat sejumlah program tetapi dibilang pemborosan.
“Kalau kita mau bantu rakyat miskin dibilang pemborosan. Kecurangan, penyelundupan diam. Orang besar kasih kredit triliunan, orang kecil tidak terima apa-apa,” kata dia.
Sesuai arah pembangunan SDG menurut PBB, Prabowo menuturkan, pihaknya berkomitmen menghapus kemiskinan dan kelaparan. Apalagi Indonesia juga masuk sebagai anggota G20.
“Zero hunger, tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar,” ujar dia.



/2024/10/28/1941887625.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971211/original/002589400_1729136232-IMG_5738.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2384193/original/016916200_1539657980-warren.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4184395/original/026585700_1665141029-FOTO.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553112/original/055154800_1775896127-IMG_9239.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296724/original/031252500_1784022175-IMG_6017.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579977/original/062442800_1778122864-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_09.36.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552343/original/069953600_1629981833-clay-banks-XvS-uKUoUao-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2017157/original/004600900_1521608575-indosat_1_673x373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)