Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyoroti pertumbuhan ekonomi 5% yang belum mampu dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Presiden Prabowo menuturkan, secara teori pertumbuhan ekonomi sekitar 5% setiap tahun selama tujuh tahun seharusnya menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang signifikan.
BACA JUGA:Reaksi Prabowo Saat Warga Gorontalo Bersorak Sambut Sherly Tjoanda
BACA JUGA:Diplomasi Jadi Senjata Indonesia Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Selama tujuh tahun belakangan ini dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5 persen tiap tahun. Tujuh tahun kali lima, berarti 35 persen pertumbuhannya. Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35 persen, kata Prabowo saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026, dikutip dari Antara, Rabu (24/6/2026).
Namun, Prabowo menambahkan, data yang diterima menunjukkan kondisi yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum mampu dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kenyataan bahwa setelah tujuh tahun tumbuh 5 persen, masa penduduk miskin tambah. Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini sesuatu yang aneh, yang anomali. Yang kelas menengah yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan, turun, jelasnya.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa hasil pertumbuhan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh kelompok tertentu.
Prabowo menambahkan, fenomena itu menunjukkan adanya persoalan dalam sistem ekonomi yang perlu segera dibenahi.
Prabowo menegaskan pembangunan ekonomi harus mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan dan memperluas manfaat pertumbuhan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita lihat bahwa ini berarti sistem kita keliru. Sistem ini keliru karena apa, kalau orang miskin tambah, yang menengah juga berkurang, berarti yang menikmati pertumbuhan ini hanya segelintir orang, kata dia.



/2026/03/17/1361567992.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164389/original/011289000_1742172576-1__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8271477/original/046794700_1782122788-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_16.34.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575422/original/002640800_1778048611-IMG_4235.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4588614/original/072775000_1695698566-20230926-Bansos-Beras-Arbas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336528/original/060404200_1782207375-Menteri_Ketenagakerjaan__Yassierli-23_Juni_2026a.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)