Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Proyek tersebut diminta kepada pemerintah daerah (Pemda) bisa dimulai dalam 7 pekan ke depan.
Hal tersebut diungkap Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dia meminta para kepala daerah di tiga lokasi tahap I PSEL bisa bergerak cepat dalam 7 minggu ke depan.
BACA JUGA:6 Proyek PSEL 2026 Dilelang, Target Olah 7.000 Ton Sampah per Hari
BACA JUGA:Perpres Baru PSEL Terbit, PLN Wajib Serap Listrik dari Sampah
BACA JUGA:Groundbreaking Juni 2026, 5 PSEL Bakal Ubah Sampah Jadi Listrik
Dari (rencana awal) 6 bulan, kita akan kelarkan berapa minggu ini? 7 minggu. Jadi, (dari) 6 bulan (menjadi) 7 minggu, Pak Gubernur, kata Zulkifli dalam Penandatanganan Kerja Sama antara Kepala Daerag dan Badan Usaha Pelaksana dan Pengelola (BUPP) PSEL di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dia melihat urgensi perlunya PSEL segera digarap dalam waktu dekat. Misalnya, sampah yang dihasilkan terus menggunung di tempat-tempat penampungan.
Adapun, tiga lokasi waste to energy (WtE) Tahap I yakni PSEL Kota Bekasi yang digarap PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara. PSEL Bogor Raya yang mencakup Kota Bogor dan Kabupaten Bogor akan digarap PT Welming Nusantara Bogor New Energy. Serta, PSEL Denpasar Raya yang mencakup Kota Denpasar dan Kabupaten Badung akan digarap oleh PT Welming Nusantara Bali New Energy.
Zulkifli mengultimatum pada kepala daerah dan badan usaha untuk bisa memulai proyeknya dalam 7 pekan ke depan. Jika batas waktu itu habis, maka pemerintah pusat akan mengambil alih.
Pak Gubernur, boleh saja, berimprovisasi, ya, cari mitra segala macam, tapi jangan mengambat, karena ini perintah Bapak (Presiden) langsung. Kalau dalam 7 minggu enggak selesai juga, ya terpaksa kita ambil alih. Perintahnya begitu, tegas Zulkifli.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562718/original/076507100_1776838015-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1601200/original/046758400_1495427422-Fintech.jpg)
/2025/12/07/375912457.jpg)
/2024/10/17/1045487600.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564221/original/031578300_1776930460-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_12.16.10__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1095898/original/089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527489/original/089112300_1773204270-Kepala_Staf_Kepresidenan__Muhammad_Qodari-11_Maret_2026a.jpg)