Jakarta – Pemerintah menyiapkan kejutan berupa insentif tambahan untuk menjaga momentum ekonomi pada kuartal II-2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal, paket stimulus itu akan mulai diumumkan dan dijalankan dalam waktu dekat.
“Dan juga kita akan memberikan stimulus tambahan ke perekonomian yang tidak lama lagi akan diumumkan. Ya mungkin 1 Juni akan mulai jalan,” kata Purbaya di Istana Negara, disiarkan daring Youtube, Selasa (5/5/2026).
BACA JUGA:OCBC Indonesia Akuisisi IWPB Indonesia Milik HSBC
BACA JUGA:Rupiah Kemarin Tembus Rp 17.326 per Dolar AS, Hari Ini Makin Dalam
BACA JUGA:OJK: Pasar Modal Ditargetkan Sumbang Rp 1.812 Triliun ke Ekonomi
Ia menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat, seiring koordinasi erat dengan bank sentral dalam memastikan likuiditas tetap terjaga di pasar keuangan.
Selain stimulus fiskal, pemerintah juga menyiapkan strategi untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Salah satunya melalui penerbitan surat utang di pasar China atau yang dikenal sebagai panda bond, dengan tingkat bunga yang dinilai lebih kompetitif.
Menurut Purbaya, penerbitan obligasi tersebut akan membantu diversifikasi sumber pembiayaan negara, sehingga ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dapat dikurangi.
“Dengan diversifikasi ini, ke depan struktur pembiayaan kita akan lebih sehat,” ujarnya.
Ia menilai prospek ekonomi Indonesia masih solid di tengah dinamika global. Karena itu, ia meminta pelaku pasar dan masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap gejolak yang terjadi.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menyampaikan pesan Presiden yang menekankan kondisi fiskal Indonesia tetap aman.
“Pesannya jelas, kondisi keuangan negara cukup kuat. Jadi tidak perlu khawatir berlebihan,” kata dia.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574983/original/042653800_1778029051-bd284fcb-e7da-43ee-ba22-2b854993198d.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)