Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memberi sinyal akan turun langsung ke lapangan untuk memitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan. Berbagai upaya terus disiapkan pemerintah demi menekan angka PHK di Tanah Air.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah kompak dalam melakukan mitigasi PHK sekaligus menjamin kepastian kerja bagi para buruh. Langkah ini menyusul respons cepat Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, yang terjun langsung ke lokasi-lokasi berpotensi PHK.
BACA JUGA:Ratusan Buruh Jateng Terancam PHK, Menaker: Ini Jalan Terakhir
BACA JUGA:Rencana PHK PT Samwon, 300 Lowongan Disiapkan untuk Pekerja Terdampak
BACA JUGA:Infografis 10 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak
BACA JUGA:32.389 Pekerja Kena PHK di Awal 2026, Jawa Barat Tertinggi
Jadi terkait juga dengan aktivitas kemarin dan hari ini ya, kalau tidak salah ya, di Jawa Tengah. Jadi ada dari Kementerian Ketenagakerjaan yang ikut, bisa jadi itu Direktur, bisa jadi ada dari levelnya itu eselon 4, bisa jadi suatu saat nanti dengan Wamen atau dengan saya. Jadi kami di Kabinet Merah Putih kita kompak insyaAllah ya, kata Yassierli di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Yassierli membeberkan bahwa proses PHK sebenarnya membutuhkan tahapan yang cukup panjang, mulai dari munculnya kabar potensi PHK hingga keputusan akhir diambil. Ia menegaskan, PHK harus selalu diposisikan sebagai jalan terakhir oleh perusahaan.
Jadi baru misalnya satu ada rencana perusahaan untuk melakukan PHK. Maka kemudian kita coba verifikasi, kita klarifikasi isunya benar atau tidak, ujarnya.
Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah siap pasang badan membantu perusahaan yang sedang menghadapi kesulitan, khususnya jika berkaitan dengan regulasi atau kebijakan.
Kalau benar apa sebabnya, kita coba pahami. Kalau menurut kita itu bukan jalan terakhir, kita berikan solusi, apa pemerintah yang bisa bantu, bebernya.



/2022/01/13/1004975530.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262967/original/037733000_1781854981-publikasi_1781853751_6a34ee37ba05e.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292382/original/070836300_1783592751-Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM__Bahlil_Lahadalia-9_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303927/original/092801600_1784700869-Menteri_PKP_Maruarar_Sirait-22_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307838/original/015020900_1785114910-IMG_6072.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375574/original/030742400_1538739776-20181005-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2772874/original/047818300_1554722236-Bandara_Tjilik_Riwut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308539/original/077567200_1785146475-ChangXin_Memory_Technology__CXMT_-27_Juli_2026e.jpg)