Jakarta – Pemilik modal disebut memiliki pertimbangan tambahan sebelum menanamkan investasinya. Jaminan ketenagakerjaan menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum mengucurkan modalnnya.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menilai jaminan ketenagakerjaan menjadi instrumen jangka menengah dan panjang. Ini juga menjadi bagian penting pada konteks pemberdayaan pekerja.
BACA JUGA:Bukan Cuma Modal, Ini Tantangan yang Dihadapi UMKM
BACA JUGA:8 Kombinasi Jualan Rumahan yang Bikin Pembeli Datang Berkali-Kali, Modal Fleksibel Untung Maksimal
BACA JUGA:Asosiasi Bisnis Nusantara Bakal Jembatani Kesenjangan Akses Pasar dan Pendanaan
BACA JUGA:15 Ide Usaha Rumahan di Teras Sempit Tanpa Halaman dengan Modal di Bawah 1 Juta yang Layak Dicoba
Melindungi pekerja kita hari ini artinya melindungi keberlanjutan usaha di masa depan. Setiap pekerja yang aktif menjadi para peserta jaminan sosial yang tentunya akan semakin produktif, loyal, dan tangguh menghadapi resiko kerja, ungkap Muhaimin dalam Anugerah Paritrana Award 2026, di Plaza BPJamsostek, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Pada saat yang sama, investor mempertimbangkan aspek environmental, social, and governance (ESG) sebelum menanamkan modalnya. Jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi satu instrumen untuk memperkuat daya perusahaan.
Jaminan sosial tenaga kerja adalah salah satu dari ciri perusahaan yang kredibel dan berkelanjutan karena bernilai ESG tinggi. Semakin baik perusahaan melindungi pekerjanya, semakin baik citra perusahaan di mata investor, tutur dia.
Sebaliknya perusahaan yang masih mengabaikan perlindungan pekerja akan dipandang sebagai perusahaan yang eksploitatif dan berresiko tinggi, sambung pria yang akrab disapa Cak Imin ini.



/2026/03/03/1538440414.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475798/original/051680300_1768652642-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_21.43.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5584801/original/041492200_1778137245-bulog-siap-bentuk-anak-perusahaan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528024/original/078351100_1773224753-1000258125.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5510948/original/090050800_1771844837-1000243129.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5588994/original/044924300_1778144093-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-7_Mei_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2939674/original/064519600_1571122509-20191016-Menengok-Panen-Melimpah-Anggur-untuk-Wine-di-Italia-4.jpg)