Jakarta – Kepala Badan Energi Internasional atau the International Energy Agency (IEA), International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia menilai dampak perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran sangat besar. Perang itu menyebabkan kenaikan harga minyak, gas hingga pupuk.
Mengutip laman imf.org, ditulis Selasa (14/4/2026), IEA, IMF, dan Bank Dunia bertemu pada Senin, 13 April 2026 sebagai bagian dari kelompok koordinasi yang dibentuk pada awal April untuk memaksimalkan respons lembaga terhadap dampak energi dan ekonomi dari perang di Timur Tengah. Pada akhir pertemuan, IEA, IMF dan Bank Dunia mencatat awal bulan ini, dampak perang di Timur Tengah sangat besar, global dan sangat asimetris, secara tidak proporsional mempengaruhi importir eneri terutama negara-negara berpenghasilan rendah.
BACA JUGA:IMF Prediksi Dunia akan Defisit Minyak
BACA JUGA:Tepis Isu Negatif, Purbaya Yakinkan Investor Global Kekuatan Fiskal Indonesia
BACA JUGA:IMF Bikin 3 Skenario Imbas Perang di Timur Tengah
BACA JUGA:BI: IMF dan Investor Global Apresiasi Indonesia Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi
BACA JUGA:IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5% pada 2026
Guncangan itu telah menyebabkan kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, memicu kekhawatiran tentang ketahanan pangan dan kehilangan pekerjaan. Beberapa produsen minyak dan gas di Timur Tengah juga mengalami penurunan pendapatan ekspor yang dramatis,” demikian seperti dikutip.
Tiga lembaga itu menyebutkan, situasinya tetap sangat tidak pasti dan pengiriman melalui Selat Hormuz belum normal. Bahkan setelah dimulainya kembali arus pengiriman regular melalui selat akan membutuhkan waku bagi pasokan global komoditas utama untuk kembali ke tingkat sebelum konflik, dan harga bahan bakar dan pupuk mungkin tetap tinggi untuk jangka waktu lama mengingat kerusakan infrastruktur.

/2026/02/16/843772009.jpg)
/2025/10/13/627705630.jpg)
/2021/02/22/733816965.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
/2026/02/15/2061378339.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549659/original/059149900_1775627380-6404d410-5cdd-4bbe-8348-ddcbe8ddb144.jpeg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427171/original/081791300_1764330279-Managing_Director_Stakeholder_Management_and_Communications_Danantara__Rohan_Hafas.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555754/original/031374200_1776215597-97c5a411-1fff-4313-b383-a2089a9b32fc.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556066/original/049467400_1776230606-Graha_Niaga_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555452/original/038544000_1776157287-Managing_Director_Emtek_Group__Sutanto_Hartono-14_April_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555569/original/091967700_1776165194-MMA_Smarties_Unplugged_Indonesia_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555662/original/065807000_1776172375-CEO_Danantara_Indonesia__Rosan_Roeslani_dan_Menteri_Lingkungan_Hidup__Hanif_Faisol_Nurofiq.jpg)