Jakarta – Ahli mengatakan pemilik kartu kredit melakukan kebiasaan yang dapat menjebak, seperti memiliki saldo utang pada kartu kredit dan kebiasaan pembayaran yang buruk. Lebih dari empat dari 10 pemilik kartu di Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka membayar tagihan minimum secara rutin pada setidaknya salah satu kartu mereka, menurut survei LendingTree pada 1.500 pemilik kartu. Angka ini meningkat ke 58% pada pemilik kartu Gen Z usia 18-29.
Melansir CNBC Make It, Minggu (6/9/2026), membayar tagihan minimum memang dapat menghindari sanksi batas bulanan, tetapi sebagian besar pembayaran tersebut mungkin lari ke bunga dibanding mengurangi utang, yang bisa bertambah hingga ribuan dolar AS. LendingTree menggambarkan bahwa membayar tagihan minimum saja adalah salah satu kebiasaan terburuk dalam menggunakan kartu kredit.
BACA JUGA:Ruben Onsu Klaim Belum Terima Perincian Kartu Kredit hingga Nafkah Anak dari Sarwendah
BACA JUGA:Perbedaan KKI dengan Kartu Kredit Visa Mastercard, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Pengguna?
BACA JUGA:Kolaborasi BCA dan AFFIN Bank, Nasabah Dapat Promo Spesial di Dua Negara
BACA JUGA:Kartu Kredit Indonesia, dari Milik Pemerintah ke Dompet Masyarakat
BACA JUGA:Kartu Kredit Indonesia Resmi Meluncur, Begini Fungsi dan Cara Pakai
“Pembayaran minimum bukan strategi pembayaran, itu strategi mengatur utang,” ujar pengatur keuangan bersertifikasi dari Bell Investment Advisors, Corinna Rose.
“Membayar biaya minimumnya menjaga rekening, namun seringkali tidak mengurangi utang,” dia melanjutkan.
Berikut adalah alasan mengapa hanya membayar biaya minimum itu merugikan, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Mengapa Pembayaran Minimum Tidak Cukup
Mudah untuk terbiasa membayar hanya biaya minimum setiap bulan. Namun, jika punya banyak utang kredit, akan butuh usaha lebih besar untuk membayarnya.
Menurut LendingTree, saldo rata-rata kartu kredit di kalangan pemegang kartu di AS yang memiliki utang adalah US$ 7.756, atau Rp 136,9 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.652) sedangkan tingkat bunga tahunan (APR) rata-rata sebesar 20,94%.
/2025/10/21/1931938317.jpg)
/2026/04/09/1245873096.jpg)
/2025/05/15/1410036399.jpg)
/2026/04/28/835899588.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088484/original/066302400_1736485410-IMG-20250109-WA0161.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341735/original/077203000_1788680194-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326048/original/044860900_1756084700-Depositphotos_374765234_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339261/original/055528300_1788408907-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_gandeng-danantara-ojk-lapor-dpr-soal-aturan-bursa-mineral-dan-komoditas-strategis-pekan-depan_1000428599.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938818/original/005997700_1645185149-20220218-Pangsa_Pasar_KPR_Subsidi_BTN_Meleji-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352153/original/096135700_1610959711-20210118-Emas-Antam-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740424/original/062893500_1707701851-fotor-ai-2024021283117.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3951437/original/087416700_1646299690-3_maret_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)