Jakarta – Harga emas dunia dan logam mulia berpotensi bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Sentimen ini menguat setelah negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berakhir tanpa kesepakatan.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan pembicaraan selama 21 jam dengan Iran tidak membuahkan hasil. Iran disebut menolak syarat utama AS untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
BACA JUGA:Menteri Energi AS Ramal Harga Minyak Kembali Sentuh Puncak, Kapan?
BACA JUGA:Presiden Meksiko Konfirmasi: FIFA Tolak Permintaan Iran Pindah Venue Piala Dunia 2026
BACA JUGA:Survei: Hampir 70 Persen Warga Amerika Serikat Khawatir dengan Konflik AS-Iran
BACA JUGA:Impor Kedelai RI Melonjak, Negara Ini Jadi Pemasok Utama
Kegagalan negosiasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang lebih luas, termasuk risiko terganggunya jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan harga emas dunia berpotensi menguat jika terjadi perang darat.
Kesepakatan gagal, rupiah melemah tajam, harga minyak terbang, karena selat Hormuz ditutup kembali. Kalau terjadi perang darat emas siap terbang,” ujarnya dalam pernyataan, dikutip Senin (13/4/2026).
Ibrahim menjelaskan pada Sabtu 11 April 2026, emas ditutup di level USD 4.749 per troy ounce, sementara logam mulia berada di Rp 2.860.000 per gram. Ia menjelaskan, apabila terjadi koreksi, harga emas dunia berpotensi turun ke level USD 4.638 per troy ounce, dengan logam mulia di kisaran Rp 2.840.000 per gram.
Dalam skenario penurunan lebih lanjut selama sepekan, emas bahkan bisa melemah hingga USD 4.358 per troy ounce dan logam mulia ke Rp 2.780.000 per gram.
Sebaliknya, jika sentimen pasar mengarah positif, harga emas berpeluang naik dengan resisten di USD 4.897 per troy ounce. Kenaikan tersebut dapat mendorong logam mulia ke Rp 2.880.000 per gram.
Kemudian, dalam sepekan, sampai Sabtu pagi, kemungkinan besar harga emas dunia itu akan melompat di atas USD 5.000. Ya, di atas USD 5.000, yaitu di USD 5.138. Logam mulianya di Rp 3.100.000 per gram. Jadi, ada kemungkinan besar ke Rp 3.100.000 per gram,” jelasnya.
Ibrahim menambahkan, dinamika geopolitik akan menjadi faktor utama pergerakan harga emas. Kegagalan kesepakatan antara AS dan Iran berpotensi menekan nilai tukar rupiah, mendorong harga minyak naik, serta meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas, terutama jika konflik bereskalasi menjadi perang terbuka.

/2026/02/14/83493240.jpg)
/2025/08/11/510014266.jpg)
/2026/02/15/2061378339.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805341/original/055600100_1713432002-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553883/original/019042400_1776051948-Presiden_Prabowo_Subianto_didampingi_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Bahlil_Lahadalia__melakukan_kunjungan_kerja_ke_Moskow__Rusia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432559/original/083097100_1764815035-1000168282.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509268/original/035698400_1771672433-CEO_Danantara__Rosan_Roeslani-21_Februari_2026a.jpg)