Jakarta – Pelemahan nilai tukar Rupiah ke kisaran Rp 17.800 per dolar AS dinilai mulai menekan sektor riil dan perusahaan yang bergantung pada impor. Kenaikan biaya bahan baku, mesin, hingga energi impor membuat margin usaha tergerus dan mendorong perusahaan menahan ekspansi.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin mengatakan pelemahan Rupiah berkepanjangan paling berdampak terhadap sektor usaha yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku maupun barang modal.
BACA JUGA:Rupiah Anjlok Ditutup di Rp17.845
BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp 17.877, Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tak Naik
“Pelemahan berkepanjangan terutama memukul sektor riil yang bergantung impor karena biaya naik, margin tertekan, dan inflasi impor meningkat, sementara eksportir cenderung diuntungkan,” ujar Nanang kepada Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, depresiasi Rupiah membuat biaya produksi dan logistik meningkat karena bahan baku, mesin, serta energi impor menjadi lebih mahal dalam denominasi Rupiah. Kondisi tersebut juga memicu inflasi impor yang dapat menekan daya beli masyarakat dan konsumsi domestik.
Nanang menjelaskan perusahaan importir bahan baku dan barang modal menjadi kelompok yang paling terpukul karena setiap pelemahan Rupiah langsung mengerek biaya operasional dan mempersempit arus kas perusahaan. Selain itu, perusahaan dengan utang valuta asing juga menghadapi kenaikan beban cicilan dalam Rupiah apabila pendapatan utamanya masih berbasis Rupiah.
Ia menambahkan, banyak perusahaan pada akhirnya kesulitan menaikkan harga jual secepat kenaikan biaya produksi sehingga margin usaha semakin tertekan. Akibatnya, sejumlah pelaku usaha cenderung menunda ekspansi maupun investasi baru.
“Rupiah di level sekitar 17.800 lebih banyak tertekan faktor global dan sentimen kebijakan, bukan karena libur Idul Adha; libur hanya bisa menambah volatilitas jangka pendek lewat likuiditas yang menipis,” kata Nanang.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382999/original/069219700_1760612391-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5452963/original/012904600_1766463626-WhatsApp_Image_2025-12-23_at_07.57.51.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523348/original/025470200_1772803676-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5085176/original/055731400_1736393185-20250108_123321.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/7170647/original/022415500_1779962071-Perusahaan_3M.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5241224/original/052209200_1748943401-1000059557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7179285/original/086357100_1779974058-Penjualan_tiket_KAI_saat_libur_Idul_Adha_dan_Hari_Lahir_Pancasila.jpg)