Jakarta – Kelompok Transport & Enviroment (T&E) mengungkapkan gangguan pasokan minyak global akibat perang Iran telah menambah lebih dari USD 100 atau 130 dolar Singapura (Rp 1,71 juta, asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.140) per penumpang dalam biaya penerbangan jarak jauh dari Eropa. Biaya ini yang akan memicu kenaikan harga tiket.
Mengutip the Strait Times, ditulis Rabu (21/4/2026), kenaikan harga bahan bakar jet telah meningkatkan biaya bahan bakar rata-rata 88 euro atau 130 dolar Singapura (Rp 1,75 juta, asumsi dolar Singapura terhadap rupiah 13.480) untuk setiap penumpang pada penerbangan jarak jauh yang berangkat dari Eropa. Sedangkan di dalam Eropa ada tambahan 29 euro atau sekitar Rp 584.843 (asumsi kurs euro terhadap rupiah di kisaran 20.170).
BACA JUGA:Dukung AS Lakukan Gencatan Senjata Iran, China Sebut Siap Bantu
BACA JUGA:Iran Tembaki Kapal-Kapal di Hormuz, Bagaimana Kelanjutan Gencatan?
BACA JUGA:Terjebak di Turki, Warga Iran Hidup dalam Kesulitan dan Ketidakpastian
BACA JUGA:Dampak Perang Iran, Produsen Kondom Terbesar di Dunia Siap Naikkan Harga Produknya
Analis itu membandingkan harga pada 16 April dengan harga sebelum perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran dimulai pada 28 Februari 2026.
Bahan bakar jet untuk penerbangan dari Barcelona ke Berlin akan lebih mahal 26 euro atau Rp 524.342 per penumpang. Sementara perjalanan jarak jauh dari Paris ke New York akan lebih mahal 29 euro atau Rp 584.843. Demikian prediksi T&E dalam analisisnya yang diterbitkan pada 21 April.
Adapun maskapai Eropa sedang bersiap untuk menghadapi musim semi dan musim panas yang menantang. Harga bahan bakar jet telah naik hingga lebih dari USD 100 per barel sejak dimulai perang Iran. Selain itu, kekhawatiran meningkat karena kekurangan pasokan dapat menyebabkan pembatalan penerbangan. Uni Eropa akan menanggapi hal ini dengan pedoman tentang pengelolaan pasokan bahan bakar jet yang terbatas pada 22 April.



/2026/02/21/1358728669.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3989202/original/031663700_1649399218-089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562718/original/076507100_1776838015-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5350293/original/016762000_1757995809-peijia-li-AIWSvNU38H8-unsplash.jpg)
/2025/12/07/375912457.jpg)
/2024/10/17/1045487600.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564221/original/031578300_1776930460-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_12.16.10__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1095898/original/089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)