Jakarta – Pengesahan Perjanjian Perdagangan Bebas-Uni Ekonomi Eurasia (IEAEU FTA) dinilai bakal memberikan manfaat besar bagi berbagai produk ekspor Indonesia. Produk itu antara lain minyak sawit, kopi, Tekstil dan produk Tekstil (TPT), alas kaki dan lainnya.
Selain itu, Indonesia mendapatkan komitmen penghapusan dan penurunan tarif terhadap 11.882 pos tarif atau sekitar 90,5% dari total pos tarif EAEU yang terdiri atas Rusia, Belarus, Kazakhstan dan Krygyzstan.
BACA JUGA:Ekspor Batu Bara Sumbang Devisa Rp 268 Triliun
BACA JUGA:40% Gas Blok Masela Diekspor, Negara Ini Jadi Prioritas Pembeli
Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR, dikutip dari Antara, Selasa (21/7/2026).
Produk ekspor unggulan Indonesia yang memperoleh manfaat antara lain sawit dan produk turunannya, karet alam, kopi, produk perikanan, tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, furnitur, mesin dan peralatan listrik, kayu, dan produk kayu, kata Budi.
Budi menuturkan, perjanjian yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia, itu menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke kawasan Eurasia yang memiliki populasi sekitar 183,7 juta jiwa dengan nilai produk domestik bruto (PDB) tembus US$ 3,04 triliun pada 2025.
Selain meningkatkan daya saing produk nasional, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perjanjian ini juga membuka peluang bagi Indonesia menjadikan kawasan Eurasia sebagai pintu masuk ke pasar Asia Tengah, Asia Barat, dan Eropa Timur.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Indonesia juga memberikan penurunan tarif terhadap 10.257 pos tarif atau sekitar 89,9 persen dari total pos tarif nasional, terutama bagi produk yang mendukung kebutuhan industri dalam negeri.
Komoditas tersebut meliputi gandum, pupuk, produk farmasi, mesin dan peralatan listrik, bahan kimia dasar, produk olahan susu, serta kertas dan pulp.



/2026/04/08/2106434271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4817565/original/061086200_1714469810-WhatsApp_Image_2024-04-30_at_4.33.45_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971211/original/002589400_1729136232-IMG_5738.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552343/original/069953600_1629981833-clay-banks-XvS-uKUoUao-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291645/original/096933900_1783571295-IMG_5380.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450574/original/027965600_1766147761-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Perbankan_OJK__Dian_Ediana_Rae.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4980632/original/088675900_1729925953-3c4be2dd-02e9-4dde-98e4-1b2a557f2b63.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076500/original/004014500_1735885889-000_32XK6HY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)