Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus mendorong edukasi publik terkait risiko kejahatan perbankan, khususnya kredit fiktif. Salah satunya melalui talkshow “Jadi Tahu – Alarm Kredit Fiktif dan Korupsi Perbankan” bersama Liputan6, yang bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus yang kian berkembang.
Dalam diskusi tersebut, PPATK menegaskan bahwa praktik kredit fiktif tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.
BACA JUGA:Ada Campur Tangan \’Orang Dalam\’ di Kucuran Kredit Fiktif Bank
BACA JUGA:PPATK Jabarkan Modus Kredit Fiktif Perbankan, Begini Cara Deteksinya!
BACA JUGA:PPATK Ungkap Cara Pelaku Penggelapan Dana Kaburkan Uang Tindak Pidana
BACA JUGA:Alarm Kredit Fiktif dan Korupsi Perbankan
Perwakilan PPATK, Hesti, menjelaskan bahwa lembaganya umumnya baru mengetahui kasus kredit fiktif setelah adanya laporan dari pihak bank atau aparat penegak hukum.
“PPATK itu tahunya ketika ada laporan dari bank. Biasanya bank tahu kredit fiktif ketika ada kredit macet, mereka melakukan audit internal, kemudian melaporkan kasus itu ke PPATK,” ujarnya.
Menurut dia, meskipun indikasi awal bisa dideteksi lebih dini, hal tersebut sangat bergantung pada sistem pengawasan internal masing-masing bank, termasuk dalam memantau penggunaan dana kredit.
“Misalkan mereka bilang kredit ini untuk usaha, tapi ternyata masuknya ke rekening pribadi atau ke rekening orang-orang tertentu,” jelas Hesti.


/2026/02/21/1358728669.jpg)
/2025/03/06/38420056.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562718/original/076507100_1776838015-Chairman_B57__Asia_Pasifik_Arsjad_Rasjid-22_April_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1601200/original/046758400_1495427422-Fintech.jpg)
/2025/05/14/252621507.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400471/original/026176400_1478686859-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564221/original/031578300_1776930460-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_12.16.10__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1095898/original/089936600_1451317331-Gedung-PPATK-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4172125/original/088962000_1664246266-pupuk_bersubsidi.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527489/original/089112300_1773204270-Kepala_Staf_Kepresidenan__Muhammad_Qodari-11_Maret_2026a.jpg)