Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membeli obligasi atau surat utang sekitar USD 51 juta atau Rp 879,90 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.250) pada Maret 2026. Hal itu berdasarkan pembelian yang mencakup beberapa sektor.
Mengutip Yahoo Finance, Minggu (26/4/2026), Donald Trump melakukan 175 transaksi keuangan bulan lalu, menurut formulir yang dirilis the U.S Office of Government Ethics atau Kantor Etika Pemerintah AS. Formulis itu tidak mencantumkan nilai pasti untuk setiap penjualan atau pembelian, hanya kisaran nilai untuk masing-masing transaksi.
BACA JUGA:Trump Usai Insiden Penembakan: Raja Charles III Akan Sangat Aman Selama Kunjungan ke AS
BACA JUGA:Profil Pelaku Penembakan di Acara Donald Trump, Lulusan Teknik hingga Pengembang Game
BACA JUGA:Jaksa Agung AS: Trump Jadi Target Penembakan di Gala Dinner Koresponden Gedung Putih
BACA JUGA:Diplomasi Ulang-alik Iran, Mulai dari Pakistan hingga ke Rusia
Sebagian besar aset yang diungkapkan adalah obligasi pemerintah daerah yang diterbitkan oleh negara bagian, kabupaten, distrik sekolah, dan entitas lain yang terkait dengan lembaga pemerintah atau kemitraan publik-swasta.
26 transaksi terbesarnya, dalam kisaran USD 1 juta atau Rp 17,25 miliar hingga USD 5 juta atau Rp 86,26 miliar, sebagian besar adalah obligasi pemerintah daerah atau obligasi pemerintah AS, meskipun dua transaksi yang tercantum adalah pembelian penawaran korporasi dari Weyerhaeuser dan General Motors. Ia juga berinvestasi dalam dana yang diperdagangkan di bursa (exchange traded fund/adedETF) yang melacak indeks obligasi dengan imbal hasil tinggi.
Presiden membeli obligasi korporasi di berbagai sektor seperti energi, teknologi, perawatan kesehatan, dan jasa keuangan, dengan penerbit termasuk Constellation Energy, Occidental Petroleum, Broadcom, Nvidia, Meta Platforms, Microsoft, dan bank-bank Wall Street seperti Citigroup, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase, serta Boeing.
Nilai maksimum gabungan pembelian obligasi Trump di semua kelas aset adalah sekitar USD 161 juta atau Rp 2,7 triliun.



/2016/06/14/1203891571.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5080104/original/087826400_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1158948/original/095423800_1456912771-20160302-Panel-Surya-ESDM-Jakarta--Gempur-M-Surya-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5357584/original/090784900_1758533603-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_15.12.31.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566975/original/024041200_1777262351-IMG-20260427-WA0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4054549/original/011680900_1655354022-Harga-Kebutuhan-Pokok-Naik-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566375/original/024985600_1777178530-Nelayan-26_April_2026c.jpg)