Jakarta – Kenaikan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipastikan bakal menggemukkan alokasi anggaran subsidi energi pada 2027.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menjelaskan bahwa besaran anggaran subsidi sangat bergantung pada dinamika harga minyak mentah dunia serta volume kuota yang ditetapkan.
BACA JUGA:Kementerian ESDM Terbitkan Izin Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLN
BACA JUGA:100 Tahun Uap Panas Bumi Masih Mengalir, Bisa Jadi Saingan Batu Bara
BACA JUGA:15 PLTU Disuntik Mati Bertahap, Industri Dijamin Tak Mati Lampu
BACA JUGA:Bahlil Jamin Stok BBM Aman, Pemulihan NTT Terus Dikejar
Kalau soal subsidi itu kan tergantung dari kuotanya nanti, tergantung dengan harga minyak internasional, ICP-nya, ada beberapa variabel lain yang bisa memengaruhi besar-kecilnya atau bertambah-berkurangnya subsidi, ucap Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2027 yang disampaikan Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026), asumsi ICP dipatok sebesar US$ 75 per barel. Angka ini melonjak dibanding asumsi ICP pada APBN 2026 yang berada di level US$ 70 per barel.
Selain harga minyak, asumsi nilai tukar rupiah juga mengalami penyesuaian menjadi Rp 17.500 per US$ 1, atau melemah Rp 1.000 dibanding asumsi makro dalam APBN 2026.
Jadi, nilai tukarnya juga memengaruhi itu semua (subsidi energi). (Usulan subsidi) pasti pembicaraan dari lintas kementerian, ada dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan lainnya, kata Erani.

/2018/08/30/1084774944.jpg)
/2026/02/19/212601297.jpg)
/2026/04/30/1484041531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4025353/original/080616100_1652840284-Pemerintahan_Biden_Longgarkan_Pembatasan_terhadap_Kuba-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327766/original/042229600_1787123260-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_11.24.58_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4685270/original/020372900_1702472073-20231213-Plt-Kepala-BPS-Amalia-Adininggar-Widyasanti-Herman-8.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330866/original/018554800_1787456051-e035b7cc-5f88-4c40-95bb-2878cc7c28ea.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331058/original/030451000_1787475088-e6d4baaa-fc79-4ec1-bba8-a8e8e8f13c20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330778/original/088179500_1787445359-_Ki-ka__Moderator__Calvin_Kizana__CEO_Tokocryto__SB_Seker__Head_of_APAC_Binance__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5005139/original/074512300_1731568906-1713324006144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762654/original/090092900_1709631325-fotor-ai-20240305163231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)