Jakarta – Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru terhadap pejabat dan perusahaan Kuba, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Jumat (21/8/2026).
Sembilan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, logam, dan bangunan milik negara, Kementerian Konstruksi, serta para pejabat yang terkait dengan sebuah lembaga internasional berbasis di Kuba masuk dalam daftar gelombang sanksi ekonomi terbaru tersebut.
BACA JUGA:AS Bakal Tingkatkan Pembelian Kembali Obligasi
BACA JUGA:Menkeu Scott Bessent: AS Bakal Terapkan Sanksi Terberat kepada Iran
BACA JUGA:China Tolak Ajakan AS Tekan Iran lewat Sanksi
Dalam sebuah pernyataan, Rubio menuduh berbagai tokoh mengangkut brigade baru simpatisan internasional ke Havana untuk menjalin jaringan dengan pejabat rezim bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-100 mendiang mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro.
Kuba mengecam seluruh sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintahan Trump. Rubio menyatakan bahwa tokoh-tokoh yang menjadi sasaran sanksi tersebut merupakan bagian dari alasan keberadaan rezim untuk mengekspor Marxisme, kebencian rasial, dan kekerasan Komunis ke seluruh dunia.
”Penetapan hari ini memperjelas bahwa Pemerintahan Trump tidak akan mentolerir upaya rezim Kuba untuk mendanai penindasannya atau melanjutkan kampanye subversif anti-Amerika yang telah berlangsung selama beberapa dekade,” tambahnya, dikutip dari BBC.
Kepemimpinan Institut Persahabatan Kuba dengan Rakyat (ICAP) menjadi salah satu sasaran utama dalam putaran sanksi terbaru AS. Sejak didirikan pada 1960 oleh Castro, ICAP secara tradisional digunakan pemerintah Kuba untuk membina hubungan dengan organisasi-organisasi dunia yang memiliki pandangan serupa.
Cara ini dilakukan dengan menjadi tuan rumah bagi kelompok aktivis yang berkunjung, sekaligus mempromosikan kampanye pro-pemerintah Kuba di negara mereka masing-masing.

/2018/08/30/1084774944.jpg)
/2026/02/19/212601297.jpg)
/2026/04/30/1484041531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329899/original/093590100_1787301629-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_15.13.22__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327766/original/042229600_1787123260-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_11.24.58_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4685270/original/020372900_1702472073-20231213-Plt-Kepala-BPS-Amalia-Adininggar-Widyasanti-Herman-8.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330866/original/018554800_1787456051-e035b7cc-5f88-4c40-95bb-2878cc7c28ea.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331058/original/030451000_1787475088-e6d4baaa-fc79-4ec1-bba8-a8e8e8f13c20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330778/original/088179500_1787445359-_Ki-ka__Moderator__Calvin_Kizana__CEO_Tokocryto__SB_Seker__Head_of_APAC_Binance__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5005139/original/074512300_1731568906-1713324006144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762654/original/090092900_1709631325-fotor-ai-20240305163231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)