Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana pemerintah untuk menerapkan currency swap. Tujuannya, untuk melawan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Barangkali ada yang belum tahu, mari kita mengenal istilah currency swap ini. Dilansir dari laman Bank Sentral Eropa, www.ecb.europa.eu, istilahnya dikenal dengan currency swap line adalah kesepakatan antara dua bank sentral untuk saling menukar mata uang.
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Ekonomi Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya
BACA JUGA:Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA Berlaku 1 Juni, Wajib Parkir di Bank Milik Negara
BACA JUGA:Airlangga Bocorkan Strategi Kendalikan Rupiah
BACA JUGA:Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II, Pemerintah Siapkan Gaji ke-13 hingga Bansos
Mekanisme ini memungkinkan sebuah bank sentral memperoleh likuiditas dalam mata uang asing dari bank sentral yang menerbitkannya. Biasanya, karena likuiditas tersebut diperlukan untuk disalurkan kepada bank-bank komersial domestik.
Misalnya, Indonesia butuh dolar AS. Lewat currency swap, Bank Indonesia bisa “meminjam” dolar AS dari bank sentral Amerika Serikat, yaitu Federal Reserve System. Sebagai gantinya, Indonesia kasih rupiah dengan nilai yang setara.
Jadi bukan tukar permanen, tapi lebih ke “pinjam dulu, nanti dibalikin”. Menurut European Central Bank, skema ini disebut currency swap line, yaitu kerja sama antar bank sentral untuk saling menyediakan mata uang jika dibutuhkan.
Jadi ketika Bank Indonesia butuh dolar AS, Bank sentral AS kasih dolar AS kemudian Bank Indonesia kasih rupiah sebagai jaminan. Dolar itu dipakai di dalam negeri misalnya untuk bank atau impor. Nanti setelah waktu tertentu, ditukar balik sesuai nilai awal.
Jadi ini bukan jual beli biasa, tapi lebih ke kerja sama biar masing-masing negara punya “cadangan darurat”.



/2025/06/13/674699726.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5422457/original/026233200_1763984431-1000160322.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5196555/original/022471000_1745413931-20250423-Perkotaan-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953317/original/021435900_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816482/original/062767500_1714383557-fotor-ai-20240429133654.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4584690/original/024803900_1695355029-AP23173763610082-e1695301934278.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4876293/original/006485300_1719462342-fotor-ai-20240627112341.jpg)