Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani, mengatakan dunia usaha mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 sebesar 5,61%.
Menurutnya, capain tersebut yang tertinggi untuk periode kuartal pertama sejak 2013, dan merupakan pertumbuhan kuartalan tertinggi sejak Kuartal III-2022 atau tertinggi dalam 14 kuartal terakhir.
BACA JUGA:Purbaya Bilang Ekonomi RI Kini Lebih Canggih, Target Pertumbuhan 6 Persen Dipasang
BACA JUGA:Ratusan UMKM Ramaikan PEKEN Jasindo, Ekonomi Lokal Kupang Bergeliat
BACA JUGA:Kabar PHK Makin Kencang, Tapi Purbaya Melihat Arah Ekonomi yang Berbeda
Pertama-tama, dunia usaha mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 sebesar 5,61%, menjadi yang tertinggi untuk periode kuartal pertama sejak 2013, dan merupakan pertumbuhan kuartalan tertinggi sejak Kuartal III-2022 atau tertinggi dalam 14 kuartal terakhir, kata Shinta kepada Selasa (5/5/2026).
Jika dilihat dari sumber pengeluaran, pertumbuhan ini didorong oleh beberapa komponen utama. Pertama, konsumsi pemerintah meningkat dengan pertumbuhan 21,81% (yoy) seiring realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran THR (gaji ke-14), menjadikannya komponen struktur PDB dengan pertumbuhan tertinggi.
Di sisi lain, komponen terbesar dalam struktur PDB yaitu konsumsi rumah tangga (dengan distribusi >54%) tumbuh 5,52%, ditopang oleh seasonal drivers seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri.
Selain itu, komponen PMTB atau investasi (dengan distribusi >28%) tumbuh 5,96%, dengan nilai realisasi investasi pada kuartal I tumbuh sebesar 7,2% (yoy).
Ini menunjukkan bahwa secara headline growth, ekonomi Indonesia masih mencerminkan resilience yang cukup kuat berbasis permintaan domestik, ujarnya.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579800/original/072802700_1778075622-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_20.28.17__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4924921/original/053834500_1724308486-IMG-20240821-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3583122/original/048005900_1632566592-20210925-Pemerintah-berikan-stimulus-bagi-industri-tekstil-di-masa-pandemi-ANGGA-7.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)