Jakarta – Raksasa minyak dan gas (migas) Amerika Serikat (AS) Chevron memastikan perluasan operasi di Venezuela, menyusul kesepakatan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump dalam ambisinya menggarap cadangan minyak negara tersebut sekaligus membagi keuntungan dengan Pentagon.
Chevron, satu-satunya perusahaan minyak AS yang jadi pemain utama di Venezuela, mengumumkan Rabu, 2 September 2026, lahan konsesi tambahan yang didapat di Orinoco Belt, wilayah operasi aktif mereka. Perusahaan merencanakan investasi lebih dari US$ 7 miliar atau Rp 123,8 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.700) lima tahun ke depan. Adapun target produksi berlipat ganda menjadi sekitar 600.000 barel per hari, dilansir dari The Associated Press, Kamis (3/9/2026).
BACA JUGA:Donald Trump Protes ExxonMobil dan Chevron Akibat Untung Terlalu Banyak
Kehadiran Chevron di Venezuela sudah berlangsung lebih dari 100 tahun, dan ekspansi ini menunjukkan besarnya keyakinan kami terhadap potensi sumber daya alam negara ini, ujar CEO Chevron, Mike Wirth.
Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, terbukti lebih dari 303 miliar barel menurut data OPEC 2025, jauh di atas Arab Saudi (267 miliar barel).
Namun, karena infrastruktur energinya rusak parah dan masih dikenai sanksi internasional, produksi harian Venezuela hanya sedikit di atas 1 juta barel, jauh dari Arab Saudi (10-11 juta barel/hari) maupun AS (hampir 14 juta barel/hari).
Menteri Energi AS Chris Wright menghadiri seremoni di Caracas di mana Chevron, perusahaan Italia Eni, dan sejumlah perusahaan energi lain menandatangani perjanjian dengan pemerintah Venezuela. Wright menyebut misi Trump di Venezuela adalah membawa perdamaian dan kemakmuran.

/2025/12/02/1804168916.jpg)
/2017/11/23/112886996.jpg)
/2025/07/29/1849039643.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3484415/original/045108700_1623842085-20210616-NERACA-DAGANG-RI-SURPLUS-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338026/original/049980200_1788273977-1000427123.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339261/original/055528300_1788408907-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_gandeng-danantara-ojk-lapor-dpr-soal-aturan-bursa-mineral-dan-komoditas-strategis-pekan-depan_1000428599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326048/original/044860900_1756084700-Depositphotos_374765234_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339260/original/092639000_1788408891-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_gandeng-danantara-ojk-lapor-dpr-soal-aturan-bursa-mineral-dan-komoditas-strategis-pekan-depan_1000428598.jpg)