Jakarta – Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta mengoptimalkan Pusat Logistik Berikat (PLB) sebagai penyangga pelabuhan untuk mempercepat arus barang, menekan dwelling time, dan mengurangi biaya logistik.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta Hendri Darnadi mengatakan, PLB dapat mengurangi keterisian kawasan pelabuhan karena fasilitas tersebut menyediakan tempat penampungan barang sebelum barang melanjutkan proses berikutnya.
BACA JUGA:Bea Cukai Ingin Optimalkan Pusat Logistik Berikat, Ini Alasannya
BACA JUGA:Suap Bea Cukai, Moge sampai Uang Asing Rp 2,8 Miliar Disita
“Keberadaan PLB ini sebagai bagian mereduksi dwelling time, mereduksi apa yang disebut dengan logistic cost,” kata Hendri di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Hendri menjelaskan bahwa optimalisasi fasilitas kepabeanan harus memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Peran Bea Cukai itu tidak hanya trade facilitator, tapi memberikan fasilitas kepada perusahaan, sehingga perusahaan itu menumbuhkembangkan industri dan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Hendri, PLB memungkinkan barang keluar dari pelabuhan lebih cepat karena perusahaan memiliki fasilitas penampungan setelah barang tiba di Indonesia. Kondisi tersebut dapat mengurangi occupancy rate pelabuhan dan mencegah penumpukan barang yang berkontribusi terhadap dwelling time.
“Yang kita bisa urai itu adalah occupancy rate yang ada di pelabuhan, karena mereka akan bisa keluar lebih cepat dan ada penampung,” jelasnya.
Hendri menegaskan, PLB tidak bertujuan mengatasi kemacetan kendaraan di sekitar pelabuhan karena persoalan lalu lintas berada di luar kewenangan Bea Cukai.

/2025/12/02/1804168916.jpg)
/2023/09/27/2012639878.jpg)
/2024/01/03/663488771.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338428/original/022963300_1788329588-email-attachment_2026_09_02_ariefhakim-at-klyid_beban-subsidi-kompensasi-energi-bisa-jebol-rp-300-triliun-tahun-ini_1000427818.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442399/original/080724600_1765535851-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_16.13.54_798d5079.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3484415/original/045108700_1623842085-20210616-NERACA-DAGANG-RI-SURPLUS-7.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837497/original/097905500_1716195905-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4156440/original/071550200_1663062669-Emas4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)