Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut temuan adanya produsen beras fortifikasi berhenti produksi, bahkan sebagian melakukan penarikan stok dari pasaran. Hal ini terjadi sepekan setelah Menteri Pertanian/Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman menegaskan untuk melawan mafia beras.
Amran memastikan proses penindakan hukum terhadap produsen beras fortifikasi yang melanggar aturan terus berjalan. Termasuk bagi produsen yang menjual tak sesuai mutu.
BACA JUGA:Harga Telur Mulai Naik Lagi di Pasar Usai Sempat Anjlok
BACA JUGA:BUMN Pangan Diusulkan Serap 60% DMO MinyaKita
BACA JUGA:Stok Pangan Indonesia Cukup untuk Hadapi El Nino, Ini Buktinya
Tunggu saja. Ini panjang, masih berproses. Tapi yang melanggar harus diberi tindakan tegas. Sekarang kami minta Satgas Pangan bekerja maksimal. Barang buktinya kan sudah kita pegang, ujar Amran, mengutip keterangan resmi, Sabtu (8/8/2026).
Bapanas mencatat ada merek beras fortifikasi yang mematok harga Rp 42.000 per kilogram yang dilaporkan telah berhenti produksi. Merek tersebut mengklaim diperkaya nilai gizi mikro yang setelah diuji tidak sesuai dengan klaimnya.
Secara standar teknis, itu sudah menyimpang. Sementara ini 15 merek, (mereka) fortifikasi mengakunya, tapi tidak memenuhi syarat. Jadi kita tertibkan. Saya sudah minta mengecek sedetail mungkin. Saya minta kalau melanggar bisa dicabut izinnya, dari Bapanas diperintah ke bawah, di provinsi yang mengeluarkan, di daerah, jelas Amran.
Sekitar sepekan kebelakang, Amran mengungkap potensi kerugian konsumen hingga Rp 71,9 triliun dari penjualan beras fortifikasi. Hitungan Bapanas, rata-rata beras fortifikasi dijual dengan harga Rp 22.000 per kg, padahal menurut Amran harusnya harganya tak lebih mahal dari HET beras premium Rp 14.900 per kg.


/2023/12/14/453593213.jpg)
/2021/10/08/1763161751.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319138/original/021494000_1786186918-1000400250.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575411/original/070548600_1778047631-bgr6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316341/original/040280100_1785922180-IMG_6271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4765591/original/062827800_1709820866-000_32CM849.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382998/original/053653000_1760612390-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310039/original/090428800_1754652469-Upbit_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)