Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membongkar modus penyelundupan ratusan ton garam impor ilegal yang disamarkan sebagai bahan kimia. Sebanyak 436,4 ton garam disita dari 30 kontainer di dua lokasi berbeda, yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan kawasan berikat Bogor.
Di Pelabuhan Tanjung Perak, petugas menemukan 211 ton garam dalam 15 kontainer yang secara dokumen dilaporkan sebagai ammonium chloride asal India. Nilai barang dalam penindakan ini ditaksir mencapai Rp 7,853 miliar.
BACA JUGA:Cegah Penyelundupan, Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Pesisir
BACA JUGA:Pejabat Bea Cukai Mangkir dari Panggilan KPK
Dari hasil pemeriksaan, Bea Cukai menemukan adanya indikasi misdeclarations atau pemberitahuan barang yang tidak benar, termasuk upaya pengelabuan melalui kemasan dan penyusunan barang, ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bea Cukai, Selasa (22/9/2026).
Berawal dari temuan tersebut, Bea Cukai melakukan pengembangan hingga mendapati pengiriman serupa di Bogor pada 7 September 2026. Dalam pemeriksaan 15 kontainer yang diklaim berisi bahan kimia penyamak kulit, petugas justru menemukan sekitar 225,4 ton butiran putih diduga garam.
Tak hanya garam, petugas juga menyita 194,9 ton beras yang disembunyikan dalam kontainer yang sama. Nilai keseluruhan barang hasil penindakan di Bogor ini diperkirakan mencapai Rp 8,006 miliar.
Djaka menjelaskan, para pelaku berupaya mengelabui petugas dengan memberikan informasi barang yang tidak sesuai dengan kondisi fisik sebenarnya. Guna memastikan komoditas tersebut, Bea Cukai menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan fisik langsung hingga pengujian laboratorium.
/2025/05/23/885020992.jpg)
/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/09/29/255160793.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354431/original/011197400_1790051693-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7247.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196529/original/079161000_1745411035-Screenshot_20250423_185435_YouTube.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)