Jakarta – Sebuah kapal pengangkut pakaian bekas (thrifting) diduga impor ilegal dari Malaysia sempat kandas di perairan Belawan, Sumatera Utara. Peristiwa itu terjadi saat petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan pengejaran pada 14 Agustus 2026.
Kapal target diketahui membawa 430 bal pakaian bekas serta empat koli suku cadang kendaraan bermotor. Petugas berhasil mengamankan kapal setelah melakukan penyekatan berdasarkan informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas penyelundupan.
BACA JUGA:Cegah Penyelundupan, Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Pesisir
BACA JUGA:Pejabat Bea Cukai Mangkir dari Panggilan KPK
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Rudy Rahmaddi, menjelaskan kapal target sempat kandas akibat cuaca buruk setelah diamankan di perairan Gosong Bunga-Bunga, Kabupaten Serdang Bedagai.
Karena cuaca buruk, kapal target sempat kandas di perairan sekitar Belawan. Kemudian pada hari berikutnya, kapal dapat kami sandarkan di dermaga kapal patroli Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara di Belawan, ujar Rudy yang hadir secara daring dalam konferensi pers penindakan impor ilegal di Kantor Pusat Bea Cukai, Selasa (22/9/2026).
Rudy menuturkan, petugas mulanya menerima laporan masyarakat pada 13 Agustus 2026 mengenai dugaan penyelundupan barang bekas dari Malaysia. Bea Cukai langsung berkoordinasi dengan sejumlah satuan kerja dan unsur intelijen sebelum menggelar operasi laut pada 14 Agustus 2026.
Petugas akhirnya menghentikan kapal target pada pukul 15.40 WIB. Saat digeledah, ditemukan 430 bal pakaian diduga bekas dan empat koli suku cadang kendaraan bermotor di dalam palka kapal.
/2025/05/23/885020992.jpg)
/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/09/29/255160793.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272451/original/007017400_1751546036-Toko_souvernir-min.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)