Jakarta – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 23 April 2026 mengumumkan bea antidumping sementara untuk solar cell atau panel surya yang diimpor dari India, Indonesia, dan Laos. Hal ini merupakan langkah terbaru dalam serangkaian tarif yang diberlakukan selama lebih dari satu dekade terhadap impor panel surya dari Asia.
Mengutip bangkokpost.com, Jumat (24/4/2026), Dengan keputusan tersebut, pejabat perdagangan federal memihak pemilik pabrik tenaga surya domestik seiring menemukan perusahaan yang beroperasi di ketiga negara tersebut melakukan praktik dumping barang murah di pasar AS.
BACA JUGA:India Berang atas Pernyataan Trump soal Lubang Neraka
BACA JUGA:Pertamina Mulai Cari Mitra Impor Minyak Mentah dari AS
BACA JUGA:Trump: AS Tak Terburu-buru Akhiri Perang, Iran yang Dikejar Waktu
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan Hari Ini 24 April 2026: Termahal Sentuh Rp 2,4 Juta
Menurut lembar fakta yang di-unggah di situs web Departemen Perdagangan, lembaga tersebut menghitung tarif bea sementara, yang dikenal sebagai margin dumping, sebesar 123,04% untuk impor dari India, 35,17% untuk impor dari Indonesia, dan 22,46% untuk impor dari Laos.
Ketiga negara tersebut tahun lalu menyumbang USD 4,5 miliar atau Rp 78,01 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.340) dalam impor panel surya AS, sekitar dua pertiga dari total, menurut data perdagangan pemerintah.
Keputusan ini merupakan pukulan bagi para produsen di negara-negara tersebut yang memasok barang ke pasar AS yang berkembang pesat. Aliansi untuk Manufaktur dan Perdagangan Tenaga Surya Amerika, yang mengajukan petisi tersebut, termasuk First Solar yang berbasis di Tempe, Arizona, Qcells, divisi tenaga surya dari Hanwha Korea, dan perusahaan swasta Talon PV dan Mission Solar.



/2026/02/21/1358728669.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552761/original/002595000_1775826094-Menaker_Ajukan_Tambahan_150_Ribu_Kuota_Magang_Nasional_2026_-_1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
/2017/07/17/97795405.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552087/original/091088000_1775798637-ventilasi_rumah_subsidi_4.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565023/original/022834200_1777009176-IMG-20260424-WA0010.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2833304/original/055774200_1561020095-20190619-BI-Tahan-Suku-Bunga-Acuan-6-Persen6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564493/original/011433300_1776946208-WhatsApp_Image_2026-04-23_at_18.54.20__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4008026/original/089081400_1651029033-IMG-20220426-WA0037.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4380624/original/041544900_1680444403-IMG-20230402-WA0001.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5548113/original/041002800_1775525702-foto2.jpg)