Jakarta – Ekonomi Amerika Serikat (AS) menciptakan 115.000 lapangan kerja pada April 2026. Hal ini seiring pelaku usaha terus merekrut meski terjadi dampak ekonomi akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Mengutip BBC, Sabtu (9/5/2026), peningkatan lapangan kerja ini lebih kuat dari yang diperkirakan dengan total hampir dua kali lipat dari perkiraan ekonom.
BACA JUGA:Terkuak Cedera yang Dialami Pemimpin Tertinggi Iran, Begini Kondisi Terkininya
BACA JUGA:Pasar Keuangan Global Masih Dibayangi Negosiasi AS-Iran
Data yang diterbitkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) juga mungkin menunjukkan tingkat pengangguran tetap 4,3%.
Penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel terhadap Iran telah memicu guncangan energi global, yang mendorong kenaikan harga bensin bagi konsumen Amerika.
Angka terbaru ini muncul setelah berbulan-bulan terjadi fluktuasi besar dalam jumlah lapangan kerja. Jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian turun 156.000 pada Februari sebelum naik 185.000 pada Maret.
Angka lapangan kerja yang solid pada April menambah ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil karena berupaya untuk mengendalikan inflasi.
Revisi terhadap angka Maret dan Februari berarti jumlah pekerjaan meningkat rata-rata sebesar 48.000 selama tiga bulan terakhir.
Hal ini sejalan dengan apa yang disebut tingkat impas, yaitu tingkat penciptaan lapangan kerja di mana orang-orang baru yang memasuki angkatan kerja dapat diserap.
Angka pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan membantu mengangkat indeks saham utama AS. S&P 500 naik 0,8% dan Dow Jones Industrial Average ditutup stagnan.
Para ekonom mengatakan angka-angka tersebut menggembirakan, menunjukkan kinerja yang sangat kuat di sektor ritel dan transportasi serta pergudangan.
Keduanya memberikan sinyal yang relatif positif tentang kesehatan pengeluaran diskresioner, meskipun terjadi penurunan daya beli konsumen akibat kenaikan harga bensin, ujar Ekonom Capital Economics, Thomas Ryan.



/2026/02/14/83493240.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5662043/original/085368300_1778306490-IMG_1541.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5576003/original/009479800_1778049364-Menperin_Agus_Gumiwang_Kartasasmita-6_Mei_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/682959/original/ilustrasi-bank-1-140527-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5635118/original/061181000_1778235960-Direktur_Utama_BPJS_Ketenagakerjaan__Saiful_Hidayat-_8_Mei_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5636694/original/036173100_1778238654-1000312411.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5662713/original/041586500_1778319973-Direktur_Operasi_Bisnis_Klasifikasi_PT_BKI__Persero___Arief_Budi-_9_Mei_2026a.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5662925/original/042593600_1778322120-Anthropic.jpeg)