Jakarta – Visa menambahkan kemampuan pendanaan dan pembayaran memakai stablecoin ke dalam layanan Visa Direct. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan penyedia infrastruktur on chain Zero Hash.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis (6/8/2026), Klien yang memenuhi syarat akan dapat melakukan pendanaan awal (pre-funding) pada akun merchant menggunakan stablecoin dan mengirimkan pembayaran langsung dalam bentuk dolar digital, sementara ZeroHash menyediakan dukungan teknologi, kepatuhan, dan regulasi. Integrasi ini dirancang untuk menjaga pergerakan likuiditas di luar jam operasional perbankan serta memberikan akses dana yang lebih cepat bagi penerima di lintas negara.
BACA JUGA:AS Cabut Visa Duta Besar Brasil sebagai Balasan Diplomatik
BACA JUGA:AS Bakal Berlakukan Deposit Visa hingga Rp 360 Juta
Visa Direct terhubung ke lebih dari 18 miliar titik akhir (endpoint) di lebih dari 195 negara dan wilayah, yang mencakup kartu, rekening bank, dan dompet digital. Integrasi stablecoin ke dalam jaringan tersebut menempatkan penyelesaian transaksi (settlement) berbasis blockchain di dalam sistem pembayaran yang sudah digunakan oleh bank, perusahaan fintech, marketplace, dan penyedia layanan remitansi, sehingga klien tidak perlu membangun infrastruktur kripto secara terpisah.
Visa’s Global Head of Product, Mark Nelsen menyatakan, stablecoin membuka cara baru untuk membuat pergerakan uang menjadi lebih cepat dan lebih fleksibel, khususnya untuk pembayaran lintas negara. Ia menambahkan, ZeroHash akan membantu Visa menghadirkan kemampuan tersebut dalam skala besar sembari tetap menjaga interoperabilitas dengan sistem keuangan yang sudah digunakan oleh klien.
Kerja sama ini memperluas strategi stablecoin yang telah berkembang pesat di seluruh jajaran produk Visa. Perusahaan meluncurkan Visa Stablecoin Platform pada Juli, yang memberikan satu lingkungan terpadu bagi institusi untuk mencetak, menyimpan, mentransfer, dan menukarkan kembali dolar digital, serta menyediakan infrastruktur dompet dan kontrol transaksi.


/2016/11/25/51215106.jpg)
/2024/09/01/577969006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316602/original/067209500_1785976330-dims.apnews.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315064/original/025010300_1785825907-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_09.49.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510059/original/027658500_1626233971-fintech_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4361081/original/023728500_1678967433-Angka_Kemiskinan_Meningkat-IQBAL_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998518/original/060608900_1779768813-AP26142827392886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313343/original/089462800_1785635723-q1-glow.jpg)