Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Rusia Ivan Chebeskov mengungkapkan, pihaknya sedang mempersiapkan biaya, batasan perdagangan dan pengamanan teknis yang secara khusus membidik kripto dan stablecoin yang tidak “bersahabat” atau tidak ramah. Ia menyebutkan, aset itu antara lain USDT, USDC dan BNB.
Ia menyampaikan hal tersebut di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St.Petersburg (SPIEF 2026). Terkait hal itu, Analis Freedom Global Vladimir Chernov memprediksi, biaya tersebut sebesar 0,5-2% per transaksi untuk aset yang secara umum diklasifikasikan sebagai aset tidak ramah. Biaya itu meningkat hingga 3% per transaksi untuk stablecoin yang dipatok ke dolar. Demikian mengutip Yahoo Finance, Rabu, (10/6/2026).
BACA JUGA:Laporan www.wmhg.org dari St. Petersburg: Kedaulatan dan AI Jadi Sorotan SPIEF 2026
BACA JUGA:Laporan www.wmhg.org dari St. Petersburg: Rusia Genjot Halal Tourism
Alasan pengenaan biaya adalah perlindungan investor. Namun, aset yang dipilih memiliki kesamaan penerbit yakni Tether, Circle dan Binance, entitas terkait dengan barat. Sebelumnya telah dibekukan dompet yang terkait dengan alamat yang dikenai sanksi, dan itu tepatnya masalah geopolitik yang coba diperhitungkan Rusia dalam arsitektur regulasi barunya.
Ini bisa mencakup langkah-langkah perlindungan teknis dan berbagai insentif ekonomi, komisi, atau rekomendasi yang akan mendorong warga untuk memiliki aset lain,” ujar dia kepada Izvestia.
Pernyataan itu dinilai lebih dari sekadar menjelaskan biaya. Ini menandakan arah aliran modal yang lebih disukai, menjauh dari instrument yang dipatok dolar dan menuju alternatif berbasis rubel atau selaras dengan BRICS.
Langkah-langkah yang diuraikan Chebeskov belum menjadi undang-undang. Langkah-langkah itu sedang dinegosiasikan menjelang pembacaan kedua Rancangan Undang-Undang (RUU) Duma yang resmi bertajung On Digital Currency and Digital Rights. Sebelumnya RUU ini telah melewati pembacaan pertama pada 21 April 2026.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147468/original/046003900_1591677975-20200609-Ojek-Online-Gunakan-Pelindung-Pembatas-Antar-Penumpang-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229351/original/000339000_1781089767-DSC01865.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4902346/original/059937200_1721997344-20240726-Neraca_Perdangangan_RI-ANG_3.jpg)
/2025/06/28/1288662421.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128907/original/2100_1739263990-DALL__E_2025-02-11_15.52.52_-_A_modern_Bitcoin_ATM_with_a_sleek__futuristic_design__featuring_a_large_touchscreen_displaying_Bitcoin_price_charts_and_QR_codes_for_transactions._The.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257112/original/078292600_1781213799-AP26162744447190.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)