Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini. Tak hanya rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami tekanan pada awal perdagangan Senin ini.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, rupiah melemah cukup tajam ke level Rp 18.129 per dolar AS, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan memburuknya sentimen terhadap pasar keuangan domestik.
BACA JUGA:Airlangga Ungkap Efek BI Rate Naik: IHSG Membaik, Rupiah Menguat
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Ditutup Melompat ke 5.746
BACA JUGA:IHSG Terbang 7% dan Rupiah Sentuh 18.000 terhadap Dolar AS
Pelemahan rupiah juga diikuti oleh koreksi tajam di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun hampir 2,92% ke level 5.431.
Hari ini Rupiah dibuka melemah cukup tajam. Tadi saya sudah infokan yaitu Rp 18.129. Kemudian IHSG pun juga mengalami penurunan. Hampir 2,92% di level 5.431, kata Ibrahim, Senin (8/6/2026).
Tekanan yang terjadi saat ini berpotensi berlanjut hingga akhir Juni apabila faktor-faktor pemicu belum mereda. Ibrahim menjelaskan, tekanan terhadap rupiah berawal dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, serta memanasnya situasi di kawasan Selat Hormuz telah meningkatkan kekhawatiran pasar global.
Selain itu, konflik yang terus berlangsung antara Israel dengan Hamas di Palestina maupun ketegangan di Lebanon Selatan turut memperbesar risiko geopolitik. Kondisi tersebut mendorong investor global mencari aset aman, sehingga memperkuat posisi dolar AS.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan membuka peluang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Ibrahim menilai kebijakan moneter ketat tersebut membuat arus modal global cenderung kembali ke Amerika Serikat.
Nah, dari informasi itu membuat dolar menguat, kemudian harga minyak juga naik, ujarnya.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8231352/original/044636400_1781091788-1000344934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5069913/original/084834700_1735382643-Screenshot_2024-12-28_174124.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136481/original/050452400_1739862534-WhatsApp_Image_2025-02-18_at_12.19.46_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8157992/original/006122100_1781012295-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-9_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8197188/original/051768600_1781055569-3d91add3-64a3-4e95-a067-495458091562.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8199391/original/044217200_1781057893-2e1644af-b1c7-4f49-b303-61ec31cc4ece_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3626295/original/027885300_1636365579-8_november_2021-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4260905/original/096870900_1671007456-20221214-Sam-Bankman-Fried-AFP-1.jpg)