Jakarta – Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Meski peluang penguatan dalam jangka menengah tetap terbuka, emas berpotensi mengalami koreksi sehat dalam jangka pendek setelah beberapa kali gagal menembus area resistance utama.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga emas masih berada dalam tren bullish. Namun, pelemahan momentum beli membuat pelaku pasar diperkirakan lebih memilih menunggu arah baru sebelum kembali mendorong harga ke level yang lebih tinggi.
BACA JUGA:Bank Emas Bisa Dongkrak Daya Saing Industri Perhiasan Indonesia
BACA JUGA:Daftar Harga Emas 24 Karat Hari Ini di Antam, Pegadaian hingga Hartadinata
BACA JUGA:Rekomendasi Investasi Terbaik untuk Masa Tua, Persiapkan Keuangan agar Tetap Aman dan Nyaman
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan tekanan beli mulai kehilangan tenaga sehingga pasar berpotensi membentuk secondary trend atau koreksi sementara sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya.
Dalam analisis teknikal pada grafik time frame H4 (4 jam), harga emas masih mempertahankan struktur bullish. Akan tetapi, reli harga kembali tertahan di area resistance US$ 4.135 hingga US$ 4.148.
Menurut Geraldo, kegagalan menembus level tersebut menunjukkan minat beli mulai melemah setelah sebelumnya berhasil mendorong kenaikan harga secara signifikan.
Kondisi seperti ini merupakan dinamika yang cukup umum terjadi dalam sebuah tren naik. Setelah mengalami kenaikan yang cukup tajam, pasar biasanya membutuhkan fase konsolidasi agar tekanan beli dan tekanan jual kembali seimbang, jelas dia.
Karena itu, Dupoin Futures menilai pelemahan yang terjadi saat ini belum mengubah tren utama menjadi bearish. Koreksi tersebut lebih mencerminkan penyesuaian teknikal yang masih tergolong wajar selama harga mampu bertahan di atas area support penting.



/2026/04/08/2106434271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2901439/original/036729000_1567581980-20190903_155509.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272316/original/024386100_1751539843-20250703-Kenaikan_tarif_Ojol-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306148/original/075572400_1784864433-Pantauan_di_Jasamarga_Tollroad_Command_Center__JMTC_-24_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306956/original/023162700_1784944502-ChatGPT_Image_Jul_25__2026__08_54_24_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)