Jakarta – Sama halnya dengan Indonesia, keterbatasan lahan membuat pengembangan rumah tapak baru di Sydney semakin bergeser ke kawasan suburban, terutama wilayah barat, barat daya, dan selatan. Kondisi tersebut meningkatkan nilai kawasan matang yang masih menyediakan akses terhadap hunian tapak di dalam metropolitan Sydney.
Pemerintah New South Wales melalui The Sydney Plan mengarahkan pembangunan vertikal ke wilayah timur dan pusat kota, sedangkan wilayah barat difokuskan sebagai lokasi pusat kerja baru, rumah tapak, dan townhouse.
BACA JUGA:Pesawat Qantas Semburkan Api Usai Lepas Landas, Cara Kru Tangani Situasi Dipuji
BACA JUGA:Dua Pesawat Nyaris Tabrakan di Bandara Sydney, Awak Kabin Terluka
Kondisi geografis juga membatasi ekspansi kota karena Samudra Pasifik, Ku-ring-gai Chase National Park, Hawkesbury River, Royal National Park, Woronora, dan Blue Mountains National Park mengunci pertumbuhan Sydney ke luar.
Kelangkaan properti Sydney bukan hanya persoalan tingginya permintaan, melainkan juga keterbatasan geografis yang membuat kota ini sulit terus berkembang ke luar, kata Director & CEO Capital Value International Group (CVIG), Chandra Leonardi, di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Keterbatasan tersebut mendorong Sydney mengandalkan infill development, urban renewal, dan densifikasi vertikal di kawasan seperti Parramatta, Macquarie Park, serta koridor metro. Pengembangan kawasan yang lebih jauh seperti Penrith, Wilton, dan Marsden Park juga meningkatkan kebutuhan perjalanan dan investasi infrastruktur karena lokasinya berjarak 50–70 kilometer dari Central Business District (CBD).
Bagi pembeli asing (foreign buyers), keterbatasan tersebut menjadi makin ketat karena regulasi Australia membatasi pembelian hanya pada properti baru dan proyek off-the-plan. Kondisi ini membuat ketersediaan lahan baru di kawasan metropolitan menjadi faktor penting bagi calon pembeli internasional.
/2026/03/17/1361567992.jpg)
/2023/10/25/1373227814.jpg)
/2026/05/07/612874713.jpg)
/2026/05/09/224707658.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341035/original/041483400_1788575408-MaySari_Binaan_BRI_33.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510180/original/008174500_1626238886-000_9EW4ZH.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342709/original/009862800_1788789857-WhatsApp_Image_2026-09-07_at.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342762/original/065996900_1788825010-email-attachment_2026_09_08_ariefhakim-at-klyid_operasional-penerbangan-di-lima-bandara-jalan-lagi-dua-masih-ditutup_1000433953.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345136/original/051065500_1757507068-men1.jpg)