Jakarta – Volume perdagangan exchange-traded funds (ETF) bitcoin spot Amerika Serikat (AS) atau ETF Bitcoin Spot AS mencatatkan volume perdagangan terendah dalam lima minggu, sejak Oktober 2024. Sementara itu, ETF Ether terus mengungguli ETF lainnya dalam menarik modal baru.
Mengutip the block, Senin, (27/7/2026), volume perdagangan ETF bitcoin spot mencapai sekitar US$ 8,05 miliar atau Rp 144,27 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.920) hingga Jumat, 24 Juli 2026. Volume perdagangan ETF bitcoin spot itu turun 14% dari US$ 9,37 miliar atau Rp 167,92 triliun, pada periode sebelumnya, menurut analisis the Block terhadap data SoSoValue.
BACA JUGA:Pemegang Saham Satsuma Setujui Likuidasi Aset Bitcoin
BACA JUGA:Modal Terbatas, Analis Ungkap Kunci Memilih Saham bagi Investor
BACA JUGA:Modal Rp 1 Juta, Pilih Saham Fundamental Baik atau LQ45?
Volume mingguan yang lebih rendah terakhir kali tercatat pada April 2025, meskipun periode itu hanya berisi empas sesi perdagangan karena pasar Amerika Serikat (AS) tutup pada Jumat Agung.
Di antara minggu lima sesi penuh, angka terbaru ini adalah yang terendah sejak minggu yang berakhir pada 11 Oktober 2024.
Penurunan ini mencerminkan aktivitas perdagangan yang lesu karena Bitcoin tetap berada di dekat US$ 64.000 atau Rp 1,14 miliar, jauh di bawah rekor tertinggi yang dicapai akhir tahun lalu. Meskipun demikian, dana-dana tersebut mengakhiri minggu dengan arus masuk bersih sekitar US$ 33,8 juta atau Rp 605,7 miliar, memperpanjang tren positif hingga tiga minggu setelah mengakhiri rekor arus keluar selama delapan minggu di awal bulan ini.
Hasil tersebut merupakan penarikan terlemah dari tiga minggu positif tersebut, setelah arus masuk sebesar US$ 75,7 juta atau Rp 1,3 triliun pada minggu sebelumnya dan US$ 197,4 juta atau Rp 3,5 triliun pada minggu sebelumnya lagi. ETF Bitcoin menarik sekitar US$ 499,1 juta atau Rp 8,9 triliun selama tiga sesi pertama minggu ini sebelum investor menarik US$ 225,2 juta atau Rp 4,03 triliun pada Kamis dan US$ 240,1 juta atau Rp 4,3 triliun lagi pada Jumat, menghapus hampir semua keuntungan sebelumnya.



/2021/02/18/1325885497.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306780/original/061138500_1784897996-AP25080501331876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305957/original/000091700_1784813292-1000386094.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1760867/original/090895100_1509928346-Joki-Kuda-Bromo5.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295803/original/073496000_1783947875-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-13_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308647/original/018090100_1785155621-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_19.29.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983551/original/040526200_1730124925-WhatsApp_Image_2024-10-28_at_16.06.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)