Jakarta – Thailand’s Securities and Exchange Commission atau Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand telah mengajukan pengaduan pidana terhadap bursa kripto Bitkub dan dua mantan direkturnya. Hal ini setelah tudingan menyerahkan laporan palsu kepada regulator setelah peretasan 2021.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa, (28/7/2026), pengaduan yang diajukan ke Divisi Pemberantasan Kejahatan Ekonomi Thailand bermula dari serangan siber Mei 2021. Saat itu, 16 jenis aset digital senilai 1,7 miliar baht atau US$ 47 juta dikuras dari bursa itu. Jumlah itu setara Rp 849,05 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.070). Dari Mei-Oktober 2021, komisi sekuritas dan bursa menuding, pengajuan modal bersih harian Bitkub tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam asetnya, menyembunyikan kerugian. Hal itu melanggar Dekrit Bisnis Aset Digital Thailand.
BACA JUGA:Hina Wanita Thailand di Kereta, 5 Pelajar Italia Minta Maaf dan Didenda
BACA JUGA:Thailand Berlakukan Darurat Militer di Narathiwat Usai Serangan Pemberontak
Dua mantan direktur, Sakolkorn Sakavee dan Thaweesap Rawan, dituduh membuat entri palsu untuk menyesatkan regulator agar percaya aset pelanggan masih utuh. Kasus ini sekarang diserahkan kepada polisi dan jaksa, yang akan memutuskan apakah akan membawanya ke pengadilan.
Bitkub menyatakan, masalah ini berkaitan dengan keputusan pelaporan lima tahun lalu dan dana pelanggan aman. Pihak yang bertanggung jawab memilih untuk tidak mengungkapkan pencurian dompet untuk menghindari terjadinya penarikan dana besar-besaran (bank run), kata perusahaan itu, dan para pendirinya membeli aset pengganti dengan jumlah yang sama, sehingga Bitkub maupun pelanggannya tidak mengalami kerugian. SEC telah mengkonfirmasi kepemilikannya tetap utuh hingga September 2025.
Dalam pernyataan video yang diunggah ke Facebook, Sakolkorn mengambil tanggung jawab penuh, seperti dilaporkan Bangkok Post. Mantan direktur tersebut dilaporkan mengatakan mengubah pengajuan tanpa memberi tahu direktur atau staf lain dan merahasiakan berita tentang peretasan tersebut, karena takut akan penarikan dana panik dan bank run yang dapat menghancurkan bursa.



/2025/11/17/1818326060.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292382/original/070836300_1783592751-Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM__Bahlil_Lahadalia-9_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303927/original/092801600_1784700869-Menteri_PKP_Maruarar_Sirait-22_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307838/original/015020900_1785114910-IMG_6072.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306955/original/077151200_1784943871-Gemini_Generated_Image_5q73a05q73a05q73.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876292/original/002461400_1719462328-fotor-ai-20240627112338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)