Jakarta – Bitcoin sempat mencatat reli kuat dalam beberapa hari terakhir, namun kembali terkoreksi setelah sentimen global memburuk. Aset kripto terbesar itu melonjak sekitar 5,8% sejak 6 April hingga menembus level USD73.000, sebelum akhirnya turun ke kisaran USD71.000 pada Sabtu (11/4).
Koreksi ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik serta ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat, yang membuat pelaku pasar kembali bersikap hati-hati terhadap aset berisiko.
BACA JUGA:Sempat Dikabarkan Ditunda, Bos Kraken Pastikan Rencana IPO Masih Jalan
BACA JUGA:Mirae Asset Masuk Pasar Kripto Ritel Hong Kong, Ini Dampaknya bagi Investor
Mengutip laman Cointelegraph.com, Selasa (14/4/2026) tekanan terhadap Bitcoin muncul setelah kabar gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan dari Kobeissi Letter menyebutkan bahwa negosiasi perdamaian “telah terhenti total”, bahkan dinilai sebagai skenario terburuk bagi stabilitas kawasan.
Situasi semakin memanas setelah Donald Trump mengumumkan langkah tegas dengan memerintahkan militer AS untuk membentuk blokade angkatan laut di sekitar Selat Hormuz. Kebijakan ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko konflik terbuka di kawasan strategis tersebut.
Trump juga menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mencegat kapal-kapal di perairan internasional yang membayar bea kepada Iran. Pernyataan ini mempertegas eskalasi tekanan terhadap Iran sekaligus menambah kekhawatiran pasar global.
Kondisi geopolitik yang tidak menentu tersebut mendorong investor untuk mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto. Akibatnya, reli Bitcoin yang sempat terbentuk pun terhenti dan berbalik arah.

/2026/02/16/843772009.jpg)
/2025/10/13/627705630.jpg)
/2021/02/22/733816965.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556534/original/055970400_1776251127-Screenshot_2026-04-15_180338.jpg)
/2026/02/15/2061378339.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549659/original/059149900_1775627380-6404d410-5cdd-4bbe-8348-ddcbe8ddb144.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5261711/original/021340900_1750682308-AP23139497868577.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4085448/original/045687200_1657586336-FOTO.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555754/original/031374200_1776215597-97c5a411-1fff-4313-b383-a2089a9b32fc.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5556066/original/049467400_1776230606-Graha_Niaga_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555452/original/038544000_1776157287-Managing_Director_Emtek_Group__Sutanto_Hartono-14_April_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555569/original/091967700_1776165194-MMA_Smarties_Unplugged_Indonesia_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544033/original/072242900_1775044434-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5555662/original/065807000_1776172375-CEO_Danantara_Indonesia__Rosan_Roeslani_dan_Menteri_Lingkungan_Hidup__Hanif_Faisol_Nurofiq.jpg)