• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Krakatau Steel Siapkan Proyek Baja Rp 30 Triliun, Groundbreaking 29 April 2026

    Krakatau Steel Siapkan Proyek Baja Rp 30 Triliun, Groundbreaking 29 April 2026

    Persaingan Mobil Semakin Ketat, Jetour Andalkan Duet Mobil Hibrid Baru

    Persaingan Mobil Semakin Ketat, Jetour Andalkan Duet Mobil Hibrid Baru

    Penonton Usai Lebaran Ramai, MD Entertainment (FILM) Siapkan Deretan Film Baru

    Penonton Usai Lebaran Ramai, MD Entertainment (FILM) Siapkan Deretan Film Baru

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Krakatau Steel Siapkan Proyek Baja Rp 30 Triliun, Groundbreaking 29 April 2026

    Krakatau Steel Siapkan Proyek Baja Rp 30 Triliun, Groundbreaking 29 April 2026

    Persaingan Mobil Semakin Ketat, Jetour Andalkan Duet Mobil Hibrid Baru

    Persaingan Mobil Semakin Ketat, Jetour Andalkan Duet Mobil Hibrid Baru

    Penonton Usai Lebaran Ramai, MD Entertainment (FILM) Siapkan Deretan Film Baru

    Penonton Usai Lebaran Ramai, MD Entertainment (FILM) Siapkan Deretan Film Baru

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » NASIONAL » Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan

Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-02-03
0

Baca 10 detik

Wabah virus Nipah terdeteksi di Benggala Barat, India, pada Januari 2026, memicu kekhawatiran penularan ke Indonesia melalui jalur transit.
Virus Nipah sangat berbahaya karena tingkat kematian tinggi (40-75%) dan menyerang sistem saraf, berbeda dari COVID-19.
Indonesia memperkuat surveilans, memperketat pintu masuk, dan menyiapkan reagen PCR, meski vaksin spesifik masih dalam uji klinis.

wmhg.org – Wabah virus Nipah kembali terdeteksi di Benggala Barat, India, pada Januari 2026 setelah hampir 19 tahun wilayah tersebut tidak melaporkan adanya kasus serupa.

Hingga saat ini, tercatat dua perawat terkonfirmasi positif dan tiga kasus suspek di Distrik Barasat yang diduga tertular saat menangani pasien di rumah sakit. Meskipun hasil tes terhadap ratusan kontak erat dinyatakan negatif, WHO tetap menetapkan status risiko moderat pada tingkat subnasional untuk mengantisipasi potensi penularan.

Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko masuknya virus melalui jalur penerbangan transit dari Kolkata yang melewati Bangkok, Kuala Lumpur, atau Singapura.

Tantangan utama pemantauan ini adalah masa inkubasi virus yang cukup panjang, yakni 4 hingga 21 hari, sehingga pelancong bisa saja tampak sehat saat tiba di bandara. Dengan waktu tempuh perjalanan yang hanya berkisar 8 hingga 12 jam, pengawasan ketat di pintu masuk internasional menjadi sangat krusial untuk mencegah terjadinya kasus impor.

Namun hingga saat ini, masyarakat terkesan “tenang-tenang” saja dalam menghadapi ancaman virus Nipah. Pemicunya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa belum ditemukan kasus konfirmasi virus Nipah pada manusia di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum merekomendasikan penutupan perbatasan atau pembatasan perjalanan internasional karena jumlah kasus global masih sangat terbatas dan terlokalisasi. Indonesia mengikuti pedoman ini agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan pariwisata tanpa dasar risiko yang mendesak.

Lantas, benarkah Indonesia sepenuhnya aman dari ancaman virus Nipah?

Mengapa Virus Nipah Disebut The Next Big Threat?

Virus Nipah diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai salah satu penyakit paling berbahaya dengan potensi memicu pandemi global. Tingkat bahaya virus ini sangat tinggi karena memiliki angka kematian yang diperkirakan mencapai kisaran 40 persen hingga 75 persen.

Virus Nipah bukan sekadar virus pernapasan. Ia bersifat neurotropik, artinya menyerang sistem saraf pusat.

Gejala awal yang bersifat seperti flu, dalam waktu cepat bisa memburuk menjadi peradangan otak akut. Hal inilah yang memicu tingginya angka kematian virus Nipah.

Jika COVID-19 memiliki tingkat fatalitas di bawah tiga persen, virus Nipah secara ekstrem dapat membunuh hingga tujuh dari sepuluh orang yang terinfeksi. Perbedaan drastis dalam skala risiko kematian ini membuat setiap temuan kasus Nipah selalu mendapatkan perhatian medis yang sangat intensif.

Pola penyebaran virus ini juga berbeda dengan COVID-19, karena baru menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti kelelawar buah dan babi. Penularan juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh hewan pembawa virus.

“Sumber penularan, umumnya kelelawar atau hewan lain seperti babi,” papar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman.

Di Indonesia sendiri, inang alami penyebar virus Nipah sudah terdeteksi pada koloni kelelawar buah. Namun bila berkaca pada kasus di Malaysia, jembatan utama virus justru datang dari babi. Penelitian pada hewan potong babi di wilayah yang berpotensi menjadi titik penularan Nipah belum menunjukkan sampel yang mencurigakan.

“Penular utama, sekali lagi, adalah kelelawar buah,” ucap Dominicus Husada selaku Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI.

Nihil Kasus Bukan Berarti Aman

Meski masih nihil laporan WNI terjangkit virus Nipah, penguatan surveilans tetap dilakukan pemerintah. Sejumlah laboratorium kesehatan diperkuat, dan pintu masuk negara pun diperketat.

Reagen PCR menjadi salah satu senjata pemerintah menangkal masuknya virus Nipah ke Indonesia. Mengandung bahan kimia khusus, reagen berfungsi untuk mendeteksi materi genetik virus Nipah pada sampel pasien.

“Ini sama seperti virus, dites pakai PCR,” kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Reagen PCR juga dijadikan sistem skrining di bandara dan pelabuhan internasional untuk menguji pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala klinis saat tiba di Indonesia. Sampel-sampel yang dicurigai akan langsung diserahkan ke Laboratorium Rujukan Nasional untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) pun ikut memperketat pengawasan lalu lintas komoditas hewan untuk mencegah masuknya virus Nipah. Mereka hanya mengizinkan daging babi dan kelelawar impor masuk dari negara-negara yang dinyatakan bebas dari Nipah oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia.

“Dan berada dalam pengawasan ketat karantina,” tutur Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean.

Data Barantin mencatat bahwa tidak ada lalu lintas impor daging kelelawar maupun babi ke Indonesia sejak 2025.

Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
Infografis menakar kesiapan Indonesia menghadapi Virus Nipah. (wmhg.org/Rochmat)

Posisi Indonesia dalam Penemuan Vaksin Nipah

Sampai saat ini, belum ada vaksin yang bisa menjamin dan mencegah penularan virus Nipah. Pengobatan masih dilakukan secara suportif dan simptomatis, sesuai gejala yang muncul.

Kandidat utama, ChAdOx1 NipahB, masih dalam tahap uji klinis fase II pada Desember 2025 di Bangladesh, wilayah yang sering mengalami wabah Nipah. Menggunakan platform viral vector yang sama dengan vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca, uji fase I di Inggris telah menunjukkan hasil positif terkait keamanan dan kemampuan memicu respons imun pada manusia.

Keterlibatan lembaga riset dan industri farmasi dalam negeri seperti Bio Farma dan BRIN dalam pengembangan vaksin Nipah lebih bersifat strategis dan kolaboratif, bukan sebagai pengembang utama sejak awal.

Virus Nipah harus diteliti di laboratorium tingkat keamanan hayati level 4 (BSL-4). Saat ini, Indonesia sedang dalam proses memperkuat kapasitas laboratorium BSL-3 agar riset virus hidup bisa dilakukan sepenuhnya di dalam negeri.

Tantangan yang dihadapi produsen vaksin negara berkembang juga muncul dari proses WHO Prequalification yang semakin ketat, hingga penurunan pendanaan donor yang mempersempit potensi pasar global. Kondisi ini menuntut adanya shared responsibility model, di mana risiko, biaya, dan tanggung jawab dibagi secara adil antar-mitra global.

Indonesia, melalui Bio Farma, merupakan salah satu negara pendukung CEPI. Perwakilannya kerap terlibat dalam diskusi teknis di tingkat global untuk menentukan prioritas patogen yang harus dikembangkan vaksinnya. Nipah selalu masuk dalam daftar Priority Pathogen bagi Indonesia karena risiko zoonosis yang tinggi di wilayah tropis.

“Kita harus bergerak maju dengan model tanggung jawab bersama, yang memastikan setiap pihak berperan dalam menjaga keberlanjutan sistem kesehatan global,” kata Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya.

Ujian Ketahanan Kesehatan Nasional Jika Nipah Benar-Benar Masuk

Jika Nipah masuk, ujian utamanya bukan pada vaksinasi massal di awal, melainkan pada kecepatan isolasi kasus pertama, pengawasan ketat terhadap populasi hewan, dan perlindungan absolut terhadap tenaga kesehatan. Kesalahan kecil dalam deteksi dini bisa berujung pada angka kematian yang sangat traumatis bagi masyarakat.

Dominicus Husada pun mengakui bahwa gejala awal virus Nipah sering menyerupai penyakit ringan yang sulit dideteksi dini. Pasien bisa menunjukkan tanda-tanda umum seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga muntah.

“Masalahnya, pada sebagian kasus kondisi bisa memburuk dengan cepat,” kata dia.

Kemenkes memang sudah menyiapkan reagen PCR untuk skrining awal penyebaran virus Nipah di Indonesia. Namun saat ini, reagen baru didistribusikan ke daerah yang memiliki pintu masuk internasional utama, seperti DKI Jakarta (Soekarno-Hatta) dan wilayah lain yang menjadi titik transit pelaku perjalanan dari negara terdampak seperti India.

Untuk daerah lain yang tidak memiliki pintu masuk internasional atau risiko tinggi, distribusi dilakukan berdasarkan pemantauan kasus (surveilans). Jika ditemukan kasus suspek di daerah, laboratorium rujukan setempat baru akan disuplai reagen tersebut.

Satu-satunya cara yang dianggap paling efektif untuk sementara mencegah penularan virus Nipah adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Itu kunci utama,” kata Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menerapkan PHBS adalah memastikan kebersihan buah-buahan sebelum dikonsumsi.

“Harus dicuci bersih dan dikupas sebelum dikonsumsi. Hindari buah yang sudah tergigit hewan meskipun masih terlihat layak,” tegas Dominicus Husada.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
FWD Syariah Kantongi Izin OJK, Siap Kelola Asuransi Jiwa Syariah

FWD Syariah Kantongi Izin OJK, Siap Kelola Asuransi Jiwa Syariah

2026-08-16
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas

OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas

2026-08-16
OJK Tunggu Tinjauan MSCI di Tengah Pembekuan Indeks

OJK Tunggu Tinjauan MSCI di Tengah Pembekuan Indeks

2026-08-11
Puan Maharani Wanti-Wanti Pemerintah: Defisit APBN Jangan Bebani Generasi Mendatang

Puan Maharani Wanti-Wanti Pemerintah: Defisit APBN Jangan Bebani Generasi Mendatang

2026-08-15
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Dunia Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

Harga Emas Dunia Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

2026-08-16
Harga Emas Antam 15 Agustus 2026 Naik Rp 11.000

Harga Emas Antam 15 Agustus 2026 Naik Rp 11.000

2026-08-16
Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini, Antam Tembus Rp 2,78 Juta per Gram

Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini, Antam Tembus Rp 2,78 Juta per Gram

2026-08-16
Pegadaian Bakal Gandeng BNI dan BTN untuk Tabungan Emas Digital

Pegadaian Bakal Gandeng BNI dan BTN untuk Tabungan Emas Digital

2026-08-16

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Pendiri Galaxy Digital: Krisis Fiskal AS Jadi Landasan Kenaikan Harga Bitcoin

Pendiri Galaxy Digital: Krisis Fiskal AS Jadi Landasan Kenaikan Harga Bitcoin

2026-08-16
0
Harga Kripto Hari Ini 15 Agustus 2026: Bitcoin Naik, LEO Menguat 2,70%

Harga Kripto Hari Ini 15 Agustus 2026: Bitcoin Naik, LEO Menguat 2,70%

2026-08-16
0
Tokenisasi Aset Indonesia Makin Berkembang, Industri Kripto Siap Naik Kelas

Tokenisasi Aset Indonesia Makin Berkembang, Industri Kripto Siap Naik Kelas

2026-08-16
0
Alasan Penambang Kripto Riot Platforms Lepas 4.300 Bitcoin

Alasan Penambang Kripto Riot Platforms Lepas 4.300 Bitcoin

2026-08-16
0
Perusahaan Kripto Keluarga Trump Siap Terbitkan Stablecoin Sendiri

Perusahaan Kripto Keluarga Trump Siap Terbitkan Stablecoin Sendiri

2026-08-16
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Dunia Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

Harga Emas Dunia Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

2026-08-16
Harga Emas Antam 15 Agustus 2026 Naik Rp 11.000

Harga Emas Antam 15 Agustus 2026 Naik Rp 11.000

2026-08-16

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.