• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Senin, Agustus 31, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Perluas Akses Pasar Indonesia dan Vietnam, Win&Co Group (COCO) Akuisisi Momogi Group

    Perluas Akses Pasar Indonesia dan Vietnam, Win&Co Group (COCO) Akuisisi Momogi Group

    AirAsia Borong 150 Airbus A220 Senilai US$ 19 Miliar, Siap Ekspansi Asia Pasifik

    AirAsia Borong 150 Airbus A220 Senilai US$ 19 Miliar, Siap Ekspansi Asia Pasifik

    Aturan Potongan Ojol 8%, inDrive Terapkan Komisi Rendah di Maksimal 12%

    Aturan Potongan Ojol 8%, inDrive Terapkan Komisi Rendah di Maksimal 12%

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Perluas Akses Pasar Indonesia dan Vietnam, Win&Co Group (COCO) Akuisisi Momogi Group

    Perluas Akses Pasar Indonesia dan Vietnam, Win&Co Group (COCO) Akuisisi Momogi Group

    AirAsia Borong 150 Airbus A220 Senilai US$ 19 Miliar, Siap Ekspansi Asia Pasifik

    AirAsia Borong 150 Airbus A220 Senilai US$ 19 Miliar, Siap Ekspansi Asia Pasifik

    Aturan Potongan Ojol 8%, inDrive Terapkan Komisi Rendah di Maksimal 12%

    Aturan Potongan Ojol 8%, inDrive Terapkan Komisi Rendah di Maksimal 12%

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » News » NASIONAL » Akademisi UI: Keterlibatan Indonesia di BOP Mengkhianati Prinsip Bebas Aktif dan Bung Karno!

Akademisi UI: Keterlibatan Indonesia di BOP Mengkhianati Prinsip Bebas Aktif dan Bung Karno!

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-02-22
0

Baca 10 detik

Dosen UI dan Guru Besar Hukum UI mengkritik keterlibatan Indonesia di Board of Peace (BOP) sebagai pengabaian politik bebas aktif bangsa.
Argumen bahwa BOP adalah satu-satunya jalan damai Palestina dianggap keliru karena AS memveto upaya gencatan senjata PBB.
Heru Susetyo menyoroti pertemuan BOP di Washington D.C. mengindikasikan subordinasi diplomasi Indonesia terhadap kepentingan Amerika Serikat.

wmhg.org – Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) dinilai sebagai langkah yang tidak hanya mengabaikan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tetapi juga merupakan sebuah pengkhianatan terhadap cita-cita para pendiri bangsa, termasuk Bung Karno dan Bung Hatta.

Pandangan tajam ini disampaikan oleh Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Shofwan Al Banna Choiruzzad dan Guru Besar Fakultas Hukum UI Heru Susetyo Nuswanto dalam diskusi bertajuk Board of Peace dan Keikutsertaan Indonesia: Antara Norma, Kekuasaan, dan Alternatif Tata Kelola Perdamaian yang digelar gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), Sabtu (21/2/2026).

Shofwan Al Banna Choiruzzad, yang akrab disapa Sofan, secara tegas menyatakan bahwa argumen tidak ada alternatif lain atau there is no alternative untuk bergabung dengan BOP adalah sebuah kekeliruan besar.

Menurutnya, klaim bahwa BOP adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian Palestina adalah narasi yang sengaja diciptakan untuk menutupi peran Amerika Serikat sebagai biang kegagalan berbagai upaya damai sebelumnya.

Sejak 2023, berbagai upaya gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB selalu gagal. Kenapa? Hampir semuanya diveto oleh Amerika Serikat, ujar Sofan.

Jadi, yang membuat sistem PBB gagal itu siapa? Amerika Serikat. Mereka memberikan perlindungan diplomatik dan dukungan militer terhadap genosida yang dilakukan Israel.

Ia menganggap tidak logis jika Indonesia berharap perdamaian datang dari pihak yang selama ini justru menjadi pelindung dan pemodal genosida.

Kita berharap pintunya dibuka oleh orang yang menutup pintu-pintu yang lain. Ini terlalu lugu, sindirnya.

Sofan juga menyoroti bahwa BOP adalah institusi yang dibangun dengan sentralisasi kekuasaan pada Donald Trump, menjadikannya sebuah anomali dalam tatanan internasional. Negara-negara yang bergabung, menurutnya, adalah mereka yang memiliki ketergantungan pada AS, yang ia sebut dengan istilah favorit Presiden Prabowo Subianto, antek-antek asing.

Lebih jauh, Sofan membandingkan keikutsertaan di BOP dengan perjanjian tarif antara Indonesia dan AS yang dinilainya sangat merugikan.

Dalam perjanjian tersebut, Indonesia dipaksa membeli berbagai produk AS dan menyerahkan kedaulatannya dalam menentukan kebijakan ekonomi. Ironisnya, sehari setelah perjanjian itu, Mahkamah Agung AS menyatakan tarif yang diumumkan Trump ilegal.

Kita sudah menyerahkan leher, terjebak dalam perjanjian yang merugikan, sementara negara lain yang tidak tunduk malah bisa mendapat tarif lebih rendah, jelasnya.

Jangan sampai di BOP kejadiannya sama. Jangan sampai kita melompat ke kapal yang tenggelam.

Menurutnya, bergabung dengan BOP sama saja dengan kembali ke era kolonialisme, di mana nasib sebuah bangsa ditentukan oleh kekuatan besar tanpa mendengarkan rakyatnya.

Ini pengkhianatan terhadap Bung Karno, Bung Hatta, dan semua founding leaders. Fotonya saja kelihatan seperti Soekarno, tapi perilakunya Danurejo, sindirnya.

Sementara itu, Guru Besar Hukum UI, Heru Susetyo Nuswanto, menyoroti aspek prosedural dan posisi Indonesia yang tidak setara dalam proses pembentukan BOP. Pertemuan yang seharusnya digelar di markas PBB di New York, justru diadakan di Washington, D.C., yang secara simbolis menunjukkan dominasi AS.

Posisi kita sejak awal sudah tidak setara, lebih bersifat subordinasi. Kehadiran presiden tidak disertai kemampuan tawar-menawar yang kuat atau agenda setting yang jelas, ujar Heru.

Ia melihat adanya pergeseran orientasi diplomasi Indonesia dari yang berbasis prinsip menjadi kepatuhan geopolitik. Politik bebas aktif yang selama ini menjadi pegangan, menurutnya, kini hanya sebatas retorika untuk konsumsi publik.

Kenyataannya di lapangan, yang terjadi adalah military compliance terhadap kepentingan Amerika Serikat, pungkasnya.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Inginkan Sistem Selected Party, Surya Paloh: NasDem Konsisten Soal Threshold Tinggi

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Sarjito Ingin Ubah Indonesia dari Price Taker Jadi Price Maker

Sarjito Ingin Ubah Indonesia dari Price Taker Jadi Price Maker

2026-08-25
Mendag Targetkan Perjanjian IEU-CEPA Teken Oktober 2026

Mendag Targetkan Perjanjian IEU-CEPA Teken Oktober 2026

2026-08-28
Airlangga Sebut Ada 800 Ribu Penjual Video Commerce

Airlangga Sebut Ada 800 Ribu Penjual Video Commerce

2026-08-28
Tinggal Jalan, Bos OJK Sudah Siapkan Pejabat Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Tinggal Jalan, Bos OJK Sudah Siapkan Pejabat Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

2026-08-30
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

2026-08-30
Harga Emas Antam 29 Agustus 2026 Merosot Rp 48.000, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam 29 Agustus 2026 Merosot Rp 48.000, Cek Rincian di Sini

2026-08-30
IHSG Sepekan Melemah ke 6.518, Harga Emas hingga Aksi Demo Mempengaruhi

IHSG Sepekan Melemah ke 6.518, Harga Emas hingga Aksi Demo Mempengaruhi

2026-08-30
Harga Emas Pegadaian 29 Agustus 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kembali Loyo

Harga Emas Pegadaian 29 Agustus 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kembali Loyo

2026-08-30

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Perusahaan Jepang Beli 20% Saham Ajaib Senilai US$ 270 Juta

Perusahaan Jepang Beli 20% Saham Ajaib Senilai US$ 270 Juta

2026-08-30
0
Harga Kripto 29 Agustus 2026: Bitcoin Anjlok 3,15%

Harga Kripto 29 Agustus 2026: Bitcoin Anjlok 3,15%

2026-08-30
0
Harga Bitcoin Dekati US$ 80.000, Jadi Aset Safe Haven?

Harga Bitcoin Dekati US$ 80.000, Jadi Aset Safe Haven?

2026-08-30
0
AS Pindahkan Bitcoin Sitaan Alameda, Sinyal Likuidasi?

AS Pindahkan Bitcoin Sitaan Alameda, Sinyal Likuidasi?

2026-08-30
0
Stablecoin Dinilai Bukan Sarana Pembayaran Kredibel Buat Skala Besar

Stablecoin Dinilai Bukan Sarana Pembayaran Kredibel Buat Skala Besar

2026-08-30
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed

2026-08-30
Harga Emas Antam 29 Agustus 2026 Merosot Rp 48.000, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam 29 Agustus 2026 Merosot Rp 48.000, Cek Rincian di Sini

2026-08-30

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.