Jakarta – Bitcoin (BTC) bergerak stabil di sekitar level US$ 80.000 dan kembali menjadi perhatian trader serta analis. Investor kini mencermati arus dana Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin serta perkembangan ekonomi makro yang dapat memengaruhi pergerakan harga.
Area resistance yang menjadi perhatian utama berada di kisaran US$ 81.000-US$ 83.000. Sementara itu, level US$ 86.000 dinilai berpotensi menjadi titik pemicu koreksi lebih dalam.
BACA JUGA:AS Pindahkan Bitcoin Sitaan Alameda, Sinyal Likuidasi?
BACA JUGA:Harga Kripto 29 Agustus 2026: Bitcoin Anjlok 3,15%
BACA JUGA:Arthur Hayes: Bitcoin Masuki Bull Market, Likuiditas Dolar AS Jadi Katalis
Mengutip CoinMarketCap, Sabtu (29/8/2026), di tengah pergerakan tersebut, hubungan Bitcoin dengan indeks Nasdaq mulai melemah. Sebaliknya, pergerakannya semakin menunjukkan kesamaan dengan emas.
Kondisi itu memunculkan kembali pandangan bahwa Bitcoin mulai dipertimbangkan sebagai instrumen lindung nilai atau hedge terhadap risiko ekonomi makro.
Pola Harga 2022 Kembali Muncul?
Menurut pakar kripto Ali Charts, pergerakan Bitcoin saat ini memiliki kemiripan dengan pola yang terjadi ketika pasar mengalami penurunan pada 2022.
Kemiripan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah pola yang sama dapat kembali menghasilkan pemulihan harga.
Ali Charts memperkirakan apabila Bitcoin menghadapi resistance dan terkoreksi di sekitar US$ 83.000, kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang pembelian.
Level tersebut disebut memiliki kemiripan dengan titik puncak pada Mei 2026.
Jika pola historis kembali berulang, penurunan harga setelah menyentuh resistance dapat menjadi momentum bagi investor untuk kembali masuk ke pasar.

/2025/10/11/1613799140.jpg)
/2025/09/29/736338359.jpg)
/2024/10/08/2080005206.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7009692/original/065736200_1779781689-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait__meninjau_progres_pembangunan_rusun_di_Kawasan_Meikarta-26_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465921/original/038044100_1686733529-Deputi-Gubernur-Senior-Bank-Indonesia-Desty-Damayanti-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552280/original/064193900_1775805339-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt_1_.jpg)