• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Sektor Tambang Terkontraksi, APBI: Prospek di Kuartal II-2026 Masih Menantang

    PMI Manufaktur Turun, Kadin Minta Kebijakan Lebih Pro-Industri

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    EORMC dan Persepsi Kepatuhan: Menilai Lebih dari Sekadar Lisensi

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Bahlil Lapor kepada Prabowo, Pasokan LPG hingga Minyak Mentah Aman

    Sektor Tambang Terkontraksi, APBI: Prospek di Kuartal II-2026 Masih Menantang

    PMI Manufaktur Turun, Kadin Minta Kebijakan Lebih Pro-Industri

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » KEUANGAN PRIBADI » Bank Indonesia Ungkap Kredit Swasta Belum Kencang, Ini Alasannya

Bank Indonesia Ungkap Kredit Swasta Belum Kencang, Ini Alasannya

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-08-29
0

Bank Indonesia Ungkap Kredit Swasta Belum Kencang, Ini Alasannya

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyebut penyaluran kredit ke sektor swasta belum tumbuh sekencang yang diharapkan meski likuiditas sejumlah kelompok bank meningkat. Kondisi tersebut terjadi karena bank dan korporasi masih mempertimbangkan risiko, prospek sektor usaha, serta kebutuhan pembiayaan.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis mengatakan pertumbuhan kredit saat ini merupakan kombinasi antara dukungan likuiditas pemerintah, penyaluran ke sektor prioritas, dan kesiapan sektor swasta menyerap pembiayaan.

BACA JUGA:Destry Damayanti Terpilih Jadi Gubernur BI, Bos OJK Puji Kepemimpinan Perempuan

BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.693 Usai Destry Damayanti Tegaskan Independensi BI

Memang ini kombinasi dari semua hal tadi. Dari sisi banknya belum sekencang yang kita harapkan, dan dari sisi swastanya juga belum se-willing yang kita harapkan,” kata Alexander dalam Taklimat Media Bank Indonesia di Kantor BI, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Alexander menjelaskan bank masih menghadapi keterbatasan dalam menentukan sektor swasta yang memiliki prospek dan risiko sesuai dengan kapasitas pembiayaan masing-masing bank. Kondisi tersebut membuat bank cenderung berhati-hati dalam menyalurkan kredit meskipun memiliki likuiditas yang cukup.

Menurut Alexander, bank juga masih memiliki fasilitas pembiayaan yang belum sepenuhnya digunakan karena bank mempertimbangkan permintaan kredit dan risiko debitur.

Alexander mengatakan BI mendorong bank menyalurkan pembiayaan kepada sektor swasta yang berkaitan dengan sektor prioritas pemerintah. Dia menuturkan, sektor transportasi dan distribusi, misalnya, tetap memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi yang mendapatkan dukungan pemerintah.

BI juga mendorong penurunan biaya pembiayaan agar sektor usaha swasta lebih mampu menyerap kredit. Alexander menilai harga kredit yang lebih kompetitif dapat meningkatkan minat korporasi untuk menggunakan fasilitas pembiayaan.

Harapannya, kita bisa salurkan ke sektor-sektor lain. Kalau pricing-nya oke, pengusaha juga bisa pakai ini,” ujar Alexander.

Alexander menegaskan, peningkatan likuiditas tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan kredit apabila permintaan dari sektor swasta belum cukup kuat. BI karena itu terus mendorong bank dan dunia usaha agar penyaluran kredit dapat meningkat lebih cepat.

“Belum sekencang yang kita harapkan, gampangnya begitu,” kata Alexander.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
BI Sebut Penjualan Surat Berharga Bank Akan Diserap Pasar

BI Sebut Penjualan Surat Berharga Bank Akan Diserap Pasar

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Selama Saya Jadi Menteri Keuangan

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Selama Saya Jadi Menteri Keuangan

2026-09-04
Bea Cukai Ingin Optimalkan Pusat Logistik Berikat, Ini Alasannya

Bea Cukai Ingin Optimalkan Pusat Logistik Berikat, Ini Alasannya

2026-09-04
Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-05
Rupiah Menguat ke 17.628, Pernyataan The Fed Jadi Angin Segar

Rupiah Menguat ke 17.628, Pernyataan The Fed Jadi Angin Segar

2026-09-05
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

2026-09-05
Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-05
Harga Emas Pegadaian 4 September 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kembali Melejit

Harga Emas Pegadaian 4 September 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kembali Melejit

2026-09-05
Harga Emas Perhiasan 4 September 2026: Perbandingan Raja Emas dan Laku Emas

Harga Emas Perhiasan 4 September 2026: Perbandingan Raja Emas dan Laku Emas

2026-09-05

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
FBI Sita Kripto US$ 560.000 Diduga untuk Pendanaan Hamas

FBI Sita Kripto US$ 560.000 Diduga untuk Pendanaan Hamas

2026-09-05
0
Harga Kripto 4 September 2026: Bitcoin Melesat, ZEC Terbang 14,54%

Harga Kripto 4 September 2026: Bitcoin Melesat, ZEC Terbang 14,54%

2026-09-05
0
Bitcoin Tembus US$ 82.000, Ethereum hingga Dogecoin Ikut Menguat

Bitcoin Tembus US$ 82.000, Ethereum hingga Dogecoin Ikut Menguat

2026-09-05
0
Analis Sebut Adopsi Bitcoin Lebih Tinggi Ketimbang Emas

Analis Sebut Adopsi Bitcoin Lebih Tinggi Ketimbang Emas

2026-09-05
0
IMF Ungkap Donasi Tingkatkan Pertumbuhan Bitcoin di El Salvador

IMF Ungkap Donasi Tingkatkan Pertumbuhan Bitcoin di El Salvador

2026-09-05
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Dolar AS Melemah

2026-09-05
Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam 4 September 2026 Melambung Rp 31.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-05

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.