Jakarta – Setelah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Digital atau Perpres Ojol rampung, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki tugas baru.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, kementeriannya akan mengawal pelaksanaan perjanjian kemitraan antara perusahaan aplikator dan pengemudi ojek online (ojol).
BACA JUGA:Suahasil Beberkan Insentif Buat Rakyat: Gaji Bulanan hingga UMKM Bebas Pajak
BACA JUGA:Berawal dari Warung Sederhana, BRILink Agen Erni Kini Layani 6.000 Transaksi per Bulan
BACA JUGA:Kisah EKKYTA, Hobi Merajut jadi Bisnis Handmade hingga Berdayakan Warga Binaan
BACA JUGA:Mendag Bocorkan Syarat Produk UMKM Tembus 50 Ribu Minimarket
Pengawalan terhadap hubungan kemitraan menjadi bagian penting setelah Perpres tersebut mulai dijalankan. Perjanjian kemitraan nantinya menjadi instrumen untuk menerjemahkan ketentuan dalam Perpres ke dalam hubungan antara aplikator dan pengemudi.
“Setelah Perpres ini dijalankan, ada tugas paling utama di kementerian kami sesuai dengan pembagian wewenang, yaitu mengawal perjanjian kemitraan antara aplikator dengan saudara-saudara kita para ojek online. Ini menjadi kunci penting untuk mendetailkan apa yang ada di dalam Perpres, jelas dia dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Maman menjelaskan pelaksanaan aturan tersebut juga melibatkan kementerian lain sesuai dengan kewenangannya. Untuk urusan tarif pengangkutan penumpang, kewenangan berada di Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, pengaturan mengenai pengangkutan barang dan layanan lainnya berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Saya pikir ini sebuah kolaborasi yang positif dan insyaallah akan memberikan manfaat yang baik buat semuanya,” tutur Maman.
Dengan pembagian tersebut, Kementerian UMKM akan mengambil peran pada aspek kemitraan, sementara kementerian lain menjalankan kewenangan sesuai bidang masing-masing.
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
/2026/05/21/1931422383.jpg)
/2020/02/14/1217679269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368378/original/048406900_1791431227-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_menteri-umkm-jadi-pengampu-ekosistem-ojol-kawal-kemitraan-dengan-aplikator_IMG_7378.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349515/original/027309100_1789531590-Gemini_Generated_Image_eq0tzleq0tzleq0t.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028259/original/049109300_1732871661-fotor-ai-2024112916147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)