Jakarta – Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), Sarjito, ingin mengubah posisi Indonesia dalam perdagangan mineral dan komoditas strategis dunia. Indonesia yang selama ini lebih banyak menjadi price taker atau penerima harga ditargetkan secara bertahap mampu menjadi price influencer hingga price maker.
Menurut Sarjito, target tersebut menjadi salah satu alasan penting di balik pembangunan BMKS. Sebagai negara dengan kekayaan mineral yang besar, Indonesia dinilai seharusnya memiliki peran lebih kuat dalam menentukan harga komoditas yang dihasilkannya.
BACA JUGA:CEO Bursa Mineral dan Komoditas Bakal Dipilih OJK
BACA JUGA:Komisi XI DPR Sepakat Sarjito Jadi Kepala Pengawas Bursa Mineral
BMKS tentu tidak harus menjadi besar di hari pertama, tetapi harus dipercaya sejak transaksi pertama, kata Sarjito dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Untuk mewujudkan target tersebut, Sarjito menyiapkan delapan kebijakan strategis sebagai fondasi BMKS. Kebijakan itu mencakup pembangunan trusted infrastructure, trusted market, trusted product, dan trusted data.
Infrastruktur yang dibangun harus mencakup pergudangan, lembaga survei atau penilai, bursa, hingga lembaga kliring yang aman dan terintegrasi. Sementara pasar harus transparan, adil, teratur, dan likuid agar dipercaya pelaku usaha.
Sarjito juga menilai data mineral dan komoditas yang saat ini tersebar di berbagai institusi perlu diintegrasikan. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan sekaligus pembentukan harga.
Selain itu, BMKS membutuhkan regulator dan ekosistem yang kuat dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kementerian terkait, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya.
Ekosistem ini nantinya harus saling terkoneksi. OJK tidak bisa sebagai sole regulator yang berjalan sendiri, tentu harus berharmonisasi dengan kementerian dan berbagai pihak lain, kata Sarjito.

/2025/12/22/1619509041.jpg)
/2018/07/27/207477276.jpg)
/2020/01/02/1398310780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329274/original/007855800_1787233764-5415.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327766/original/042229600_1787123260-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_11.24.58_AM.jpeg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4188336/original/052300500_1665506757-Pos_Properti_indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477888/original/073947200_1687477196-worker-oil-rig-sunset-created-with-generative-ai-technology.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328650/original/075500600_1787203805-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli.jpg)