Jakarta – Berawal dari keinginan untuk menjaga anak tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan sendiri membawa Elmin Roizer Damanik (56) menjalankan usaha kain budaya Sumatera Utara, salah satunya hiou. Hiou yang merupakan kain Simalungun ini yang mendorong Elmin tidak hanya menenun, menjalankan bisnis kain budaya Sumatera Utara tetapi juga melestarikan budaya Simalungun untuk generasi berikutnya.
Sebelum menjalankan usaha, Elmin pernah bekerja sebagai guru dan bekerja di notaris. Namun, setelah menikah dan memiliki anak, ia memutuskan berhenti bekerja dan menjaga anak. Akan tetapi, Elmin tidak berhenti untuk berkarya. Ia menenun ulos sejak tahun 2000 dan menjual kain ulos. Elmin mengalami tantangan saat menjual ulos karena harga bahan baku yang meningkat.
BACA JUGA:15 Inspirasi Usaha Bawang, Ada Bawang Kupas hingga Keripik Bawang yang Bikin Cuan
BACA JUGA:UMKM Bogor Manfaatkan Marketplace Jangkau Pasar Amerika
BACA JUGA:Rumah BUMN BRI Bawa Keripik Pisang Lokal Tembus Pasar Malaysia dan Hong Kong
BACA JUGA:Grand Final PORSENI 2026, Cara PNM Bangun Daya Juang dan Solidaritas Karyawan
2005, alami harga bahan baku meningkat, tetap harga jual turun di pasar,” ujar dia, ditulis, Senin (24/8/2026).
Ia pun memutar otak untuk menjalankan bisnis lainnya. Pada 2007, Elmin menemukan untuk menekuni bisnis hiou, kain dari Simalungun. Elmin menuturkan, hiou ini seperti ulos. Kain yang menutupi badan. Namun, penamaan kain berbeda-beda di daerah Sumatera utara. Jika kain tenun di Batak Toba disebut Ulos, lalu di Batak Karo disebut Uis. Sementara itu, penamaan Oles di Batak Pakpak Dairi, dan di Batak Mandailing disebut Abit Godang. Sedangkan di Simalungun disebut hiou. “Di pasar, hiou sangat sulit dicari. Lalu saya pelajari (membuat kain hiou-red). Saya pelajari motif, budaya, filosofi. Jatuh bangun (menjalani-nya),” ujar Elmin.
Ia mengatakan, kain hiou ini memiliki ketentuan dari ukuran lebar dan panjang kain. Oleh karena itu, Elmin mengatakan meski mengangkat kain hiou dengan gaya modern tetapi tidak akan meninggalkan filosopi.
Hiou Simalungun pada zaman dahulu dipakai istri raja. Dipakai istri raja dengan filosopi motif. Motif udan-udan, menandakan hujan itu sering ada di tanah Simalungun. Tanah Simalungun subur, penghasil buah dan sayur. Ada motif hati rongga, hati rongga ini motifnya lurus. Ini filosopi kita orang Simalungun berjalan sejajar tanpa mengusik orang lain. Ada juga motif tapak satur. Motif ini berarti hidup dalam keteraturan. Kehidupan orang Simalungun dari zaman dahulu sudah dibuat dalam tenunan diwariskan ke zaman sekarang,” ujar Elmin.

/2025/12/22/1619509041.jpg)
/2018/07/27/207477276.jpg)
/2020/01/02/1398310780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8939330/original/040724700_1782965107-calender_2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324804/original/061846400_1786770379-WhatsApp_Image_2026-08-15_at_06.54.03.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1495582/original/005779000_1486038841-Ray_Dalio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028270/original/083764000_1732871855-fotor-ai-20241129161657.jpg)