Jakarta – Harga kripto kapitalisasi pasar terbesar yakni bitcoin (BTC) kembaliĀ melesat setelah terjebak dalam pasar yang terus merosot selama berbulan-bulan. Hal itu juga mendorong pendukung kripto tiba-tiba kembali bersemangat.
Mengutip data coinmarketcap.com, harga bitcoin naik 0,27% menjadi US$ 77.058,74 dalam 24 jam terakhir saat dipantau pukul 11.05 WIB. Nilai itu setara Rp 1,36 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.680). Selama sepekan terakhir, harga BTC melambung 21,44%.
BACA JUGA:Citi Masukkan Layanan Kustodi Bitcoin ke Platform Perbankan Inti
BACA JUGA:Harga Kripto 24 Agustus 2026: Bitcoin Melesat, Ethereum Memimpin
BACA JUGA:Ray Dalio: Bitcoin dan Emas Bisa Jadi Lindung Nilai dari Krisis Utang AS
BACA JUGA:Harga XRP Naik 40 Persen dalam 7 Hari, Mampukah Tembus US$ 1,50?
Harga bitcoin melonjak tajam mendekati US$ 80.000. Harga bitcoin mencatat kenaikan mingguan terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, seruan HODL dan keyakinan kalau momentum itu sendiri mampu mendorong harga kripto lebih tinggi.
Emoji roket kembali bermunculan di X, narasi kematian pasar bearish (pasar lesu) kembali mengemuka, dan Michael Saylor mengunggah meme klub malam buatan AI yang mengajak para pengikutnya untuk membeli Bitcoin, menyimpannya selama 10 tahun, mengabaikan kebisingan pasar, dan bertahan menghadapi ketakutan.
Pemicu awal hal ini sebagian datang dari pasar obligasi. Rencana Menteri Keuangan Ā Amerika Serikat Scott Bessent untuk setidaknya melipatgandakan pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah jangka panjang awalnya menurunkan imbal hasil dan melemahkan dolar, sementara harga emas melonjak.
Kombinasi tersebut menghidupkan kembali apa yang disebut sebagai debasement trade (perdagangan antisipasi penurunan nilai mata uang). Ini gagasan tekanan fiskal yang meningkat dan kondisi keuangan yang lebih longgar memperkuat argumen bagi aset langka di luar sistem moneter pemerintah.
Bagi para pendukung kenaikan harga (bulls) Bitcoin, ini merupakan amunisi makro baru yang datang tepat saat posisi bearish (taruhan harga turun) sudah mencapai titik jenuh.

/2025/12/22/1619509041.jpg)
/2018/07/27/207477276.jpg)
/2026/02/19/212601297.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324804/original/061846400_1786770379-WhatsApp_Image_2026-08-15_at_06.54.03.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1495582/original/005779000_1486038841-Ray_Dalio.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028270/original/083764000_1732871855-fotor-ai-20241129161657.jpg)