• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Minggu, September 27, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Sentralisasi Ekspor Via DSI

    Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Sentralisasi Ekspor Via DSI

    KAI Garap 5.000 Unit Hunian TOD Manggarai, Bidik Sumber Pendapatan Baru

    KAI Garap 5.000 Unit Hunian TOD Manggarai, Bidik Sumber Pendapatan Baru

    Intra GolfLink (GOLF) Siapkan Capex Rp 300 Miliar, Perkuat Bisnis Golf dan Properti

    Intra GolfLink (GOLF) Siapkan Capex Rp 300 Miliar, Perkuat Bisnis Golf dan Properti

    Ditopang KEK Kendal, Jababeka (KIJA) Yakin Target Marketing Sales 2026 Tercapai

    Ditopang KEK Kendal, Jababeka (KIJA) Yakin Target Marketing Sales 2026 Tercapai

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Sentralisasi Ekspor Via DSI

    Importir China Dikabarkan Tunda Pembelian Batubara Imbas Sentralisasi Ekspor Via DSI

    KAI Garap 5.000 Unit Hunian TOD Manggarai, Bidik Sumber Pendapatan Baru

    KAI Garap 5.000 Unit Hunian TOD Manggarai, Bidik Sumber Pendapatan Baru

    Intra GolfLink (GOLF) Siapkan Capex Rp 300 Miliar, Perkuat Bisnis Golf dan Properti

    Intra GolfLink (GOLF) Siapkan Capex Rp 300 Miliar, Perkuat Bisnis Golf dan Properti

    Ditopang KEK Kendal, Jababeka (KIJA) Yakin Target Marketing Sales 2026 Tercapai

    Ditopang KEK Kendal, Jababeka (KIJA) Yakin Target Marketing Sales 2026 Tercapai

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Simak Analisis PTRO, INKP dan TBIG yang Baru Saja Rilis Obligasi dan Sukuk

Simak Analisis PTRO, INKP dan TBIG yang Baru Saja Rilis Obligasi dan Sukuk

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-11-16
0

Simak Analisis PTRO, INKP dan TBIG yang Baru Saja Rilis Obligasi dan Sukuk

wmhg.org – JAKARTA. Sederet emiten kompak menawarkan obligasi dan sukuk pada Rabu (13/11), mulai dari PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan Tower Bersama Group (TBIG).

Emiten tambang yang terafiliasi dengan taipan Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) menerbitkan obligasi dan sukuk dengan total nilai Rp 1,5 triliun. Aksi ini menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I dan PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Petrosea.

Dari PUB Obligasi Berkelanjutan I, PTRO menargetkan penghimpunan dana sebanyak-sebanyak Rp 2 triliun. Dalam rangka itu, PTRO menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 degan jumlah pokok sebesar Rp 1 triliun.

Bergeser ke PUB Sukuk Ijarah Berkelanjutan I, melalui aksi ini PTRO menargetkan dana terhimpun senilai Rp 1 triliun. Dalam rangka itu, PTRO menerbitkan dan menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 dengan sisa imbalan ijarah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUB Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 dan sukuk ijarah, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan seluruhnya untuk modal kerja PTRO. Melalui proyek-proyek yang dikerjakan pada proyek pertambangan dan proyek rekayasa & konstruksi, yang merupakan kegiatan usaha utama PTRO.

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan V tahap II tahun 2024 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp 3,5 triliun.

Sementara, sukuk yang diterbitkan ialah sukuk mudharabah berkelanjutan IV tahap II tahun 2024 dengan total dana sebesar Rp 2 triliun. Dengan begitu jumlah pokok obligasi dan sukuk yang ditawarkan sebesar Rp 5,5 triliun.

Dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi dan sukuk ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk pembayaran utang perseroan dan modal kerja.

Tower Bersama Group (TBIG) berencana menerbitkan obligasi dengan jumlah pokok sebesar Rp 2 triliun. Obligasi ini akan ditawarkan kepada investor dalam dua seri, yaitu seri A dan seri B. Penerbitan tersebut merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan VI TBIG yang menargetkan total dana sebesar Rp 5,71 triliun.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan oleh perseroan untuk beberapa hal. Pertama, sebesar Rp 1.513,1 miliar untuk mendanai seluruh kewajiban perseroan dalam rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI TBIG Tahap II Tahun 2023 yang akan jatuh tempo 15 Desember 2024.

Kedua, sebesar Rp 230,0 miliar untuk melakukan pembayaran atas sebagian pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (BNI). Dan sisanya, untuk melakukan pembayaran atas sebagian pokok utang kepada PT Bank UOB Indonesia.

Founder Stocknow.id Hendra Wardana menerangkan sejumlah emiten seperti PTRO, INKP, dan TBIG memilih menerbitkan obligasi meskipun suku bunga sedang tinggi. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pendanaan guna mendukung berbagai ekspansi dan pembiayaan proyek. 

Salah satu alasan emiten mengincar obligasi adalah prospek suku bunga yang kemungkinan akan menurun di masa mendatang, terutama jika ada penurunan suku bunga global atau kebijakan moneter dari Bank Indonesia, tutur Hendra kepada Kontan, Kamis (14/11).

Dengan begitu, emiten bisa mendapatkan pendanaan dengan struktur yang lebih stabil, mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank yang mungkin memiliki bunga variabel, serta menyeimbangkan portofolio keuangannya dengan instrumen berbunga tetap. 

Bagi para pelaku pasar, pendanaan melalui obligasi masih menarik, karena obligasi menawarkan peluang return yang relatif stabil dan kurang berisiko dibandingkan saham. 

Untuk investor yang mencari pendapatan tetap atau ingin memperkuat diversifikasi, obligasi yang diterbitkan oleh emiten besar menjadi pilihan menarik, meski dengan tingkat bunga tinggi. 

Bagi emiten, penerbitan obligasi tetap relevan karena dapat meminimalkan fluktuasi beban bunga di masa depan ketika ada potensi penurunan suku bunga, papar Hendra.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengungkapkan secara garis besar tujuan emiten menawarkan obligasi dan sukuk ialah dalam rangka ekspansi bisnis. Ditambah lagi sederet emiten tersebut benar-benar mengantisipasi prospek penurunan suku bunga acuan dari bank sentral.

Jadi kalau selama emiten emiten menerapkan aksi korporasi seperti penerbitan obligasi dan sukuk dalam ekspansi bisnis, ini bisa menarik perhatian bagi pelaku pasar tentunya, kata Nafan kepada Kontan, Rabu (13/11) malam.

Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto menerangkan kemungkinan para emiten menawarkan surat utang lantaran lebih mudah mendapatkan pendanaan dari obligasi. Selain itu, para emiten juga telah mengantisipasi adanya penurunan suku bunga.

William melihat dari sisi pelaku pasar bahwa pendanaan dari obligasi masih menarik. Sebab, investor yang menyukai fixed income cenderung memilih obligasi karena kepastian pembayaran bunganya, jelas William kepada Kontan, Rabu (13/11) malam.

William merekomendasikan untuk buy saham PTRO dengan target harga Rp 20.000 per saham, buy saham INKP di target harga Rp 7.600-Rp 8.050 dan wait and see untuk saham TBIG.

Nafan merekomendasikan untuk hold saham INKP, TBIG dan PTRO dengan target harga masing-masing Rp 6.900, Rp 1.980 dan Rp 16.775.

Sementara itu, Hendra merekomendasikan buy PTRO dengan target harga Rp 20.000 dan buy on weakness saham INKP di level Rp 6.775 dengan target harga Rp 7.900.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Teka-teki Kerupuk Setoples Kaesang Pangarep, Kode Apa Lagi?

Teka-teki Kerupuk Setoples Kaesang Pangarep, Kode Apa Lagi?

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Dibanjiri Produk Impor, Kemenperin Akui Jumlah Tenaga Kerja di Industri TPT Berkurang

Dibanjiri Produk Impor, Kemenperin Akui Jumlah Tenaga Kerja di Industri TPT Berkurang

2024-08-08
Intervensi AS-Jepang Mulai Kehabisan Tenaga, Yen Kembali Lesu

Intervensi AS-Jepang Mulai Kehabisan Tenaga, Yen Kembali Lesu

2026-08-08
Danantara Housing Expo Resmi Dibuka, Tawarkan Rumah Mulai Rp 120 Juta

Danantara Housing Expo Resmi Dibuka, Tawarkan Rumah Mulai Rp 120 Juta

2026-08-28
OJK Wanti-wanti Dana Pensiun BUMN: Punya Tantangan Jangka Panjang

OJK Wanti-wanti Dana Pensiun BUMN: Punya Tantangan Jangka Panjang

2026-09-26
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Emas Hari Ini Lesu Setelah Rilis Data Ekonomi AS

Harga Emas Hari Ini Lesu Setelah Rilis Data Ekonomi AS

2026-09-26
Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-26
Harga Perak Antam Hari Ini 25 September 2026 Susut Rp 500

Harga Perak Antam Hari Ini 25 September 2026 Susut Rp 500

2026-09-26
Harga Emas Pegadaian 25 September 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Sentuh Rp 2,5 Juta

Harga Emas Pegadaian 25 September 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Sentuh Rp 2,5 Juta

2026-09-26

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Curi Kripto Hampir Rp 286 Miliar, Pria Ini Divonis 12 Tahun Penjara

Curi Kripto Hampir Rp 286 Miliar, Pria Ini Divonis 12 Tahun Penjara

2026-09-26
0
Harga Kripto 25 September 2026: Bitcoin Menguat, XRP Memimpin Penguatan

Harga Kripto 25 September 2026: Bitcoin Menguat, XRP Memimpin Penguatan

2026-09-26
0
Intip Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini di Tengah Sentimen The Fed

Intip Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini di Tengah Sentimen The Fed

2026-09-26
0
Peretas Korea Utara Diduga Bobol Bitget, Aset Kripto Rp 6,29 Triliun Terdampak

Peretas Korea Utara Diduga Bobol Bitget, Aset Kripto Rp 6,29 Triliun Terdampak

2026-09-26
0
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Laporkan Kepemilikan Bitcoin hingga Uang Tunai

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Laporkan Kepemilikan Bitcoin hingga Uang Tunai

2026-09-26
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini Lesu Setelah Rilis Data Ekonomi AS

Harga Emas Hari Ini Lesu Setelah Rilis Data Ekonomi AS

2026-09-26
Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp 15.000, Simak Rincian di Sini

2026-09-26

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.